Fuji dan Bella Shofie Bakar Semangat Ibu-ibu Lewat Kreativitas di Tengah Daya Beli Melemah
Willem Jonata June 23, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNNEWS.COM - Di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan persaingan yang semakin ketat di media sosial, profesi afiliator masih menjadi salah satu peluang yang menjanjikan bagi banyak orang. 

Pesan itulah yang dibagikan Fuji dan Bella Shofie yang sama-sama melihat peluang dari sektor tersebut.

Tak sekadar berbicara soal cara berjualan di platform digital, keduanya juga berbagi pengalaman menghadapi tantangan membangun personal branding.

Terutama ketika harus mencari ide konten, hingga bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Baca juga: Akui Syok, Fuji Baru Sadar Dampak Lemahnya Nilai Rupiah Saat Liburan ke Luar Negeri

Bella sengaja memberikan ruang bagi para afiliator, khususnya pemula, agar bisa berkembang dan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh penghasilan dari dunia digital.

"Jadi hari ini tuh memang kita berkumpul di sini bersama afiliator-afiliator, karena sekarang kan eranya digitalisasi," ujar Bella Shofie di kawasan Bogor Jawa Barat, Selasa (23/6/2026).

"Kita sebagai brand owner memberikan ruang buat para afiliator agar mereka bisa berkembang dan punya kesempatan yang sama," kata Bella Shofie.

Menurut Bella, peluang menjadi afiliator saat ini dapat dimanfaatkan banyak kalangan, termasuk ibu rumah tangga yang sedang mencari tambahan pemasukan.

"Kadang banyak ibu-ibu, apalagi sekarang banyak pengangguran ya, karena rupiah lagi melemah. Jadi kita sebisa mungkin membuka lapangan pekerjaan buat ibu-ibu yang mungkin nggak tahu mau kerja apa," ujar Bella.

Untuk memberikan motivasi kepada para peserta, Bella menghadirkan Fuji sebagai pembicara. 

Kehadiran selebgram tersebut diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi para afiliator yang masih merintis dan kerap merasa kesulitan mendapatkan hasil.

"Nah, adanya Fuji di sini biar supaya mereka semangat. Tadi Fuji memberikan gimana sih tipsnya, gimana harus ngonten, gimana biar FYP," tutur Bella.

Di hadapan ratusan peserta, Fuji membagikan pengalaman pribadinya selama menjadi afiliator dan konten kreator. Menurutnya, konsistensi memang penting, tetapi tidak cukup jika tidak dibarengi kreativitas.

"Konsistensi itu paling penting. Tapi kalau di media sosial itu konsisten aja nggak cukup, kita juga perlu kreatif," ungkap Fuji.

"Bayangin kalau misalnya kita bikin video 20 video dalam sehari tapi videonya asal-asalan, nggak ada konsepnya, nggak ada teksnya, nggak pakai sound viral, nggak menarik, menurut aku juga percuma," kata Fuji.

Ia mengingat bagaimana awal mula mengenal dunia affiliate marketing dari seorang teman yang aktif membagikan tautan produk dari e-commerce. 

Dari sana, Fuji mulai memahami potensi penghasilan dari program afiliasi hingga akhirnya berkembang pesat saat TikTok Affiliate mulai hadir.

"Nah aku baru tahu kalau misalnya di situ tuh bisa dapat persenan. Nggak lama dari e-commerce muncullah TikTok Affiliate. Jadi di situ aku baru mulai juga dan baru merasakan cuan-cuannya," ujarnya.

Bella dan Fuji melihat antusiasme masyarakat terhadap dunia afiliasi ternyata masih sangat besar, terutama para afiliator Dabe Beauty.

Tingginya partisipasi tersebut mengantarkan brand milik Bella Shofie itu meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Siaran Langsung Penjualan oleh Afiliator Terbanyak di Satu Lokasi dengan 400 orang yang hadir.

"Alhamdulillah dapat rekor MURI untuk Dabe Beauty," ujar Bella. 

"Jadi live afiliator di satu tempat secara serentak terbanyak. Hampir 400 orang (afiliator) ya," terusnya.

Bagi Bella, pencapaian tersebut bukan sekadar soal rekor untuk kebanggaan dirinya semata. 

Ia melihatnya sebagai bukti bahwa semakin banyak masyarakat yang tertarik memanfaatkan peluang ekonomi digital untuk menambah penghasilan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.