BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kondisi terakhir perempuan terluka parah di Kompleks Kijang Mas Tanahlaut Kalsel, diduga masalah asmara.
Warga Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, digegerkan dengan kabar seorang perempuan mengalami luka serius dalam sebuah insiden yang terjadi di Kompleks Kijang Mas, Kecamatan Pelaihari, Senin (22/6/2026) malam.
Kekadian yang menyentak publik di Tala tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Belum diperoleh informasi lebih lanjut mengenai peristiwa tragis itu.
Informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat menyebar di berbagai grup media sosial masyarakat Tanahlaut.
Baca juga: Hasil Manis Perjuangan Fathma Mahasiswa Uniska Banjarmasin, Raih Emas Kejurprov IBCA MMA Kalsel 2026
Baca juga: Satgas Pasti Hentikan 228 Kripto Ilegal, Termasuk 27 Entitas Gadai Swasta Belum Berizin
Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan seorang perempuan mengalami luka cukup serius pada bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya hingga mengeluarkan banyak darah.
Tampak luka menganga di pipi kiri hingga rahang. Darah segar membasahi area sekitarnya
Beredar dugaan peristiwa itu berkaitan dengan perkelahian, namun informasi tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky melalui Kapolsek Pelaihari Ipda Karoa Jaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Iya benar ada kejadian itu. Saat ini kami masih berada di lokasi bersama anggota untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman," ujar Karoa Jaya.
Ia mengatakan pihaknya belum dapat memastikan bentuk peristiwa yang terjadi, termasuk apakah dugaan perkelahian itu melibatkan sesama perempuan atau terdapat pihak lain yang terlibat.
Pihaknya belum bisa menyimpulkan karena masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya dikabarkan masih kritis akibat luka yang diderita.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap secara jelas penyebab serta kronologi insiden yang menyebabkan seorang perempuan mengalami luka berat tersebut.
Diduga Masalah Asmara
Misteri insiden berdarah yang menyebabkan seorang perempuan mengalami luka berat di Kompleks Kijang Mas, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, mulai menemukan titik terang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Selasa (23/6/2026), peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan antara korban dan seorang pria yang memiliki hubungan dekat dengannya.
Informasi yang berkembang menyebutkan, pelaku diduga tidak terima hubungan mereka diakhiri oleh korban.
Cekcok antara keduanya diduga terjadi sebelum insiden yang menyebabkan korban mengalami luka serius pada bagian wajah dan tubuh.
Meski demikian, informasi mengenai motif tersebut masih sebatas keterangan awal yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.
Dari informasi yang diperoleh, pria yang diduga terlibat dalam kejadian itu disebut berasal dari Kabupaten Tapin. Sementara korban diketahui merupakan warga salah satu desa di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut.
Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Ardyansyah melalui Kapolsek Pelaihari AKP Karya Jaya saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun keberadaan terduga pelaku.
"Saat ini anggota masih melakukan lidik. Untuk perkembangan lebih lanjut belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses penyelidikan," kata Karia Jaya.
Ia juga belum bersedia memberikan keterangan terkait dugaan motif maupun identitas pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Pelaihari akibat luka berat yang dialaminya.
Kondisi korban menjadi perhatian masyarakat setelah foto-foto pascakejadian beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga.
Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait motif maupun pelaku sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.
Hingga kini, petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti untuk mengungkap fakta di balik peristiwa yang menghebohkan warga Tanahlaut tersebut.
Darah di Depan Kos
Sehari setelah insiden berdarah yang menggemparkan warga Kompleks Kijang Mas, Kecamatan Pelaihari, jejak peristiwa tersebut masih terlihat jelas di lokasi kejadian, Selasa (23/6/2026).
Pantauan media ini di tempat kejadian perkara (TKP), bercak darah yang diduga milik korban masih tampak di halaman depan bangunan kos-kosan.
Darah yang menempel di antara batu-batu kecil di halaman itu mulai mengering, menjadi saksi bisu peristiwa yang menyebabkan seorang perempuan mengalami luka berat.
Titik tempat korban ditemukan berada tidak jauh dari pintu kamar kos yang dihuni korban. Lokasinya berada di dekat sebuah pohon kecil di halaman depan bangunan yang memiliki lima pintu kamar tersebut.
Di lokasi itu juga masih terlihat daun pisang yang yang digunakan untuk menutupi darah korban yang cukup banyak membasahi area setempat, sekitar kepala.
Suasana di kawasan kos-kosan yang berada bersebelahan dengan masjid setempat terlihat kembali normal. Namun, peristiwa yang terjadi pada )malam tadi itu masih menjadi perbincangan warga sekitar.
Salah seorang penghuni kos, Aldi, mengatakan dirinya tidak mengetahui langsung kronologi kejadian karena saat peristiwa berlangsung ia sedang berada di masjid untuk melaksanakan Salat Isya.
"Saya baru saja dari masjid. Waktu pulang sudah ramai warga dan polisi di depan kos. Korban sudah tergeletak di halaman," ujarnya.
Menurut Aldi, korban menempati kamar nomor dua dari ujung bangunan kos dan baru sekitar satu bulan tinggal di lokasi tersebut.
"Belum lama tinggal di sini, sekitar sebulan. Saya juga belum terlalu kenal," katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban kini telah dirujuk ke rumah sakit di Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif setelah sebelumnya menjalani perawatan di Pelaihari.
Di sisi lain, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky melalui Kapolsek Pelaihari AKP Karia Jaya mengatakan penyelidikan masih berlangsung.
"Anggota masih melakukan lidik dan bergerak mencari pelaku. Kami masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti terkait kasus ini," ujarnya.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)