Debu Halus Selimuti Permukiman Balikpapan, Pertamina Buka Suara soal Sumber Partikel
Amelia Mutia Rachmah June 24, 2026 12:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Fenomena sebaran debu halus berwarna cokelat yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kota Balikpapan akhirnya mendapat tanggapan dari PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). 

Perusahaan membenarkan adanya indikasi bahwa material yang menyerupai hujan debu tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional di kawasan kilang minyak.

Fenomena itu sempat memicu kekhawatiran warga. Sejumlah masyarakat mengaku merasakan gangguan pada tenggorokan akibat paparan debu yang beterbangan sejak dini hari.

Mengutip dari Kompas.com, PT Kilang Pertamina Balikpapan menyatakan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan sumber material yang tersebar ke lingkungan warga.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Timur Rabu 24 Juni 2026 BMKG, Samarinda hingga Balikpapan Diguyur Hujan

Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga bergerak cepat dengan menyiapkan langkah verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Pertamina Sebut Berkaitan dengan Operasi Awal Kilang Baru

VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang memasuki tahapan penting dalam pengoperasian kilang baru yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Menurut Asep, aktivitas yang sedang berlangsung merupakan proses awal pengaliran bahan baku pada unit kilang baru.

"Kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Memang ada indikasi dari aktivitas operasi awal kilang baru," kata Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026) malam.

Material Debu Diklaim Masih Aman

Baca juga: Narkoba Kuasai 90 Persen Kriminalitas Balikpapan, Puskesmas Mekarsari Terima Pasien Rehabilitasi

Perusahaan menyatakan belum menemukan indikasi risiko kesehatan yang signifikan akibat material yang tersebar.

"Dapat kami sampaikan bahwa karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan," ujarnya.

Asep menambahkan pihak perusahaan akan terus melakukan pemantauan situasi secara berkelanjutan untuk memastikan aspek keselamatan operasional tetap terjaga.

Selain itu, jalur koordinasi melalui pemerintah kelurahan juga dibuka bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan maupun memperoleh informasi resmi terkait kejadian tersebut.

"Kami mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat agar penyelesaian Proyek RDMP Balikpapan sebagai Proyek Strategis Nasional ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," tuturnya.

Baca juga: Air Mati di BDS dan Kampung Buton Balikpapan, PTMB Sebut Pipa Distribusi Sempat Ditabrak Truk

DLH Balikpapan Siapkan Pengecekan Lapangan

Menyikapi keresahan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan memastikan akan melakukan pengecekan langsung untuk memperoleh data yang akurat.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pihaknya segera melakukan cross-check terhadap informasi yang beredar terkait dugaan polusi debu tersebut.

"Kami coba cari tahu tentang hal ini. Kalau ada informasi tersebut, segera kita akan lakukan cross-check," ujar Sudirman.

Warga Keluhkan Gangguan Tenggorokan

Sebelumnya, fenomena hujan debu cokelat dengan tekstur menyerupai pasir halus dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan di Kelurahan Karang Rejo dan Kelurahan Gunung Samarinda sejak waktu subuh.

Baca juga: Nasib Terkini MBG di Balikpapan, Pemkot Masih Percaya untuk Atasi Persoalan Gizi Anak

Beberapa warga mengaku mulai merasakan gatal di tenggorokan setelah terpapar debu yang beterbangan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kekhawatiran juga muncul dari para orang tua yang memilih membatasi aktivitas anak-anak, terutama balita, di luar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pernapasan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.