Polisi Selidiki Pembakaran di PT BCP Lempuing OKI, Dua Warga Luka dan Fasilitas Mess Karyawan Rusak
tarso romli June 24, 2026 01:27 AM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG  – Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pendalaman dan penyelidikan menyeluruh terkait insiden penertiban yang berujung ketegangan di area perkebunan kelapa sawit PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Desa Dabukrejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (23/6/2026) sore.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang warga dilaporkan mengalami luka akibat terkena letusan yang belum diketahui sumbernya dan saat ini telah dievakuasi guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula sekira pukul 17.00 WIB ketika personel Satuan Tugas (Satgas) gabungan Polda Sumatera Selatan dan Polres OKI melakukan penindakan dengan mengamankan sejumlah kendaraan roda dua, roda empat, serta muatan buah kelapa sawit.

Komoditas tersebut diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana pencurian kelapa sawit yang dilakukan oleh sekelompok warga di area konsesi perusahaan.

Tidak lama berselang, sekira 100 orang warga mendatangi lokasi penertiban dan berupaya mengambil kembali kendaraan serta muatan buah sawit yang telah diamankan oleh petugas.

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Tertembak Saat Panen, Ratusan Massa Bakar Kantor Perkebunan Sawit di OKI

Sempat Dialog, Ketegangan Pecah Saat Petugas Hendak Meninggalkan Lokasi

Guna meredam situasi agar tidak anarkis, aparat di lapangan langsung mengedepankan komunikasi dua arah dan berdialog dengan perwakilan masyarakat setempat.

Dari hasil mediasi tersebut, disepakati bahwa kendaraan milik warga yang sebelumnya ditahan akhirnya dikembalikan.

Sementara itu, buah kelapa sawit yang menjadi objek sengketa diserahkan kembali kepada pihak manajemen PT BCP selaku pemilik konsesi lahan.

Namun, kendala muncul ketika personel Satgas gabungan hendak bergerak meninggalkan lokasi perkebunan.

Sejumlah massa diduga melakukan aksi pelemparan batu ke arah kendaraan operasional perusahaan yang sedang ditumpangi oleh petugas.

Di tengah situasi yang mendadak chaos tersebut, terdengar suara letusan yang hingga kini asal-usul sumbernya masih diselidiki.

Akibat insiden itu, dua warga dilaporkan menjadi korban luka, yakni: 

MU (43), warga Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, mengalami luka pada bagian paha sebelah kiri.
ZA (50), warga setempat, mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri.

Massa Rusak Mess Karyawan, Polda Sumsel Terjunkan Personel Brimob

Pasca-terdengarnya letusan dan jatuhnya korban luka, konsentrasi massa sempat membesar di sekitar lokasi.

Emosi warga yang tersulut berujung pada aksi pengrusakan fasilitas akomodasi berupa mess karyawan milik perusahaan.

Merespons eskalasi tersebut, Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, bersama personel gabungan skala besar langsung turun mengecek TKP guna memimpin pengamanan dan memastikan kendali situasi berjalan kondusif.

"Kami mengedepankan langkah persuasif dan memastikan situasi di lapangan tetap terkendali. Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan objektif terkait rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk menelusuri asal-usul letusan yang mengakibatkan adanya korban luka," tegas AKBP Eko Rubiyanto, Selasa (23/6/2026) malam.

Kapolres juga mengimbau dengan sangat agar seluruh pihak, baik dari masyarakat maupun keluarga korban, untuk dapat menahan diri, tidak terprovokasi isu liar, dan mempercayakan penuh penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum.

"Kepolisian akan bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta riil di lapangan sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya," imbuhnya.

Guna memperkuat penebalan pengamanan di titik rawan, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan telah mengerahkan bantuan personel tambahan dari unsur Direktorat Reserse, Bid Propam, hingga Satuan Brimob.

Hingga Selasa malam, kondisi fisik di lokasi PT BCP dilaporkan sudah berangsur kondusif dan terkendali di bawah penjagaan ketat petugas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.