TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau mengalami dua kali erupsi pada Selasa pagi (23/6/2026).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki melaporkan gunung api dengan tingkat aktivitas Level Siaga (III) ini mengalami erupsi pada pukul 08:23 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak (± 2184 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi 55 detik.
Sebelumnya erupsi terjadi pada pukul 07:24 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 300 meter di atas puncak (± 1884 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi 153 detik.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Status Siaga, Terjadi 2 Kali Erupsi dalam 6 Jam Pengamatan
Petugas juga mencatat aktivitas kegempaan gunung api yang memiliki ketinggian 1584 mdpl pada periode 00:00-06:00 WITA.
Pada rentang waktu tersebut gunung api ini mengalami 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2.9-10.5 mm, dan lama gempa 31-36 detik.
Selain gempa hembusan, tercatat 1 kali Harmonik dengan amplitudo 2.9 mm, dan lama gempa 50 detik. Kemudian 3 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 4.4-7.4 mm, dan lama gempa 82-138 detik.
Gempa low frequency juga tercatat 2 kali dengan amplitudo 2.9-10.5 mm, dan lama gempa 26-27 detik.
Gempa tektonik lokal 2 kali dengan amplitudo 2.9-3.7 mm, S-P 5.1-6 detik dan lama gempa 34-35 detik.
Baca juga: Aktivitas Gunung Lewotobi Masih Tinggi, Tercatat 6 Kali Erupsi dalam 24 Jam
Hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Level Siaga atau III, oleh karena itu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, melarang masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu diminta memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
PVMBG mengimbau masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda setempat serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau PVMBG, Badan Geologi di Bandung.
PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
MAGMA Indonesia/TRIBUN FLORES