Cristiano Ronaldo mencetak dua gol untuk menulis ulang sejarah Piala Dunia Portugal ketika timnya menampilkan performa paling lengkap sepanjang turnamen dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan di Houston. Hasil tersebut membuat pasukan Roberto Martínez mengoleksi empat poin di Grup K, menempatkan mereka di jalur yang kuat menuju babak gugur, sekaligus menyingkirkan Uzbekistan setelah menelan kekalahan kedua berturut-turut.
Portugal datang dengan tekanan besar setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka, penampilan yang memicu kritik terhadap tim dan Ronaldo sendiri. Dengan Kolombia yang sebelumnya telah mengalahkan Uzbekistan 3-1, kegagalan lain akan membuat Portugal menghadapi skenario kualifikasi yang sulit menjelang laga terakhir grup.
Namun kali ini, mereka memberikan respons dengan penuh otoritas.
Ronaldo cetak gol cepat saat Portugal ambil kendali
Portugal hanya membutuhkan enam menit untuk membuka keunggulan melalui sosok yang terus mendefinisikan ulang arti ketahanan di sepak bola internasional.
João Cancelo melakukan tusukan dari sisi kanan sebelum mengirim umpan silang rendah berbahaya ke area enam yard. Ronaldo lepas dari kawalan bek dengan pergerakan naluriah yang menjadi ciri khas sepanjang kariernya, lalu melakukan sentuhan tipis yang mengarahkan bola melewati kiper Abduvohid Nematov dan masuk ke gawang.
Penyelesaian itu bukan hanya memberi Portugal keunggulan cepat, tetapi juga menjadikan Ronaldo pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang mencetak gol di enam Piala Dunia FIFA berturut-turut — dari edisi 2006, 2010, 2014, 2018, 2022 hingga kini 2026 — sekaligus menandai penampilannya yang ke-24 di Piala Dunia bersama Portugal.
Sepuluh menit kemudian, Portugal menggandakan keunggulan melalui eksekusi brilian dari situasi bola mati.
Mereka mendapat tendangan bebas di luar kotak penalti. Ronaldo berdiri di atas bola dengan gaya khasnya, menarik perhatian tembok pertahanan dan kiper. Saat semua mengantisipasi tembakan langsung, Ronaldo justru berlari melewati bola tanpa menyentuhnya. Gerakan tipu itu membuat pertahanan Uzbekistan kehilangan fokus dan memberi ruang bagi Nuno Mendes, yang kemudian melepaskan tembakan melengkung rendah dengan kaki kiri ke sudut bawah gawang.
VAR menggagalkan Uzbekistan sebelum Ronaldo ukir rekor baru
Uzbekistan sempat mengira mereka berhasil memperkecil ketertinggalan di pertengahan babak pertama.
Abbosbek Fayzullaev merebut bola dari João Cancelo sebelum bola jatuh ke Azizjon Ganiev, yang lalu melepas tembakan keras ke pojok atas gawang. Namun, selebrasi segera terhenti setelah tinjauan panjang dari VAR.
Ofisial memutuskan bahwa Fayzullaev telah melakukan pelanggaran terhadap Cancelo dalam proses terciptanya gol tersebut, tepat sebelum serangan yang berujung gol dimulai. Akibatnya, gol dibatalkan dan keunggulan dua gol Portugal tetap bertahan.
Keputusan itu semakin merugikan Uzbekistan sepuluh menit sebelum jeda. Bruno Fernandes menguasai bola di lini tengah dan mengirimkan umpan terobosan sempurna melewati garis pertahanan. Ronaldo melakukan pergerakan yang tepat waktu, lolos dari jebakan offside, dan dengan tenang mengarahkan bola rendah ke sudut gawang untuk menjadikan skor 3-0.
Gol ini memiliki arti historis. Rekor gol Eusébio di Piala Dunia untuk Portugal, yaitu sembilan gol yang dicetak pada turnamen tahun 1966, akhirnya terlampaui. Gol kedua Ronaldo malam itu membuat totalnya menjadi sepuluh gol Piala Dunia, menyalip rekor yang telah bertahan selama enam dekade.
Portugal terus menekan setelah jeda
Babak kedua berjalan dengan pola yang sama, di mana Portugal mendominasi penguasaan bola dan area permainan sementara Uzbekistan kesulitan menciptakan peluang berarti.
Gol keempat datang pada menit ke-60 dari situasi tendangan sudut. João Félix menanduk bola di tiang dekat dan bola mengenai bek Abdukodir Khusanov sebelum melambung di atas Nematov dan masuk ke gawang sebagai gol bunuh diri.
Gol kelima dan terakhir Portugal tercipta tiga menit menjelang waktu normal berakhir melalui pemain pengganti Rafael Leão.
Nélson Semedo melakukan penetrasi dari sisi kanan dan mengirim umpan tarik akurat ke dalam kotak penalti. Leão datang tanpa kawalan dan menyambut bola dengan tembakan pertama yang tenang, melewati kiper untuk menutup pesta gol.
Portugal semakin dekat ke babak gugur saat Grup K mulai terbentuk
Dominasi Portugal tercermin dari statistik pertandingan. Mereka menguasai 66 persen penguasaan bola, melepaskan 16 tembakan berbanding tujuh milik Uzbekistan, mencatat sembilan tembakan tepat sasaran, dan mencapai tingkat akurasi umpan mengesankan sebesar 92 persen.
Kemenangan ini membuat Portugal mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dengan selisih gol positif lima. Uzbekistan tetap tanpa poin dan dipastikan tersingkir dari turnamen.
Situasi di Grup K akan lebih jelas setelah Kolombia menghadapi Republik Demokratik Kongo pada pertandingan berikutnya, namun Portugal kini berada dalam posisi yang sangat baik menjelang laga terakhir grup.
Ujian penentuan berikutnya akan datang melawan Kolombia, laga yang bisa menentukan siapa yang finis di puncak klasemen grup. Kemenangan hampir pasti akan mengantarkan Portugal ke babak gugur sebagai juara grup, sementara hasil imbang kemungkinan sudah cukup untuk memastikan kelolosan.
Bagi Ronaldo, malam ini kembali menambah catatan luar biasa dalam kariernya yang sarat rekor. Dua puluh tahun setelah debutnya di Piala Dunia, ia meninggalkan Houston sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam Piala Dunia sekaligus pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah turnamen ini.