Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menanggapi seruan dan teriakan yang muncul dari sebagian peserta saat berlangsungnya Upacara Peringatan Seluruh Korban Perang Okinawa di Taman Perdamaian Okinawa, Kota Itoman, Selasa (23/6/2026).
Dalam sesi wawancara dengan wartawan setelah upacara, Takaichi menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat mendengar secara jelas isi teriakan tersebut karena sedang menyampaikan pidato.
Ketika wartawan menjelaskan bahwa di antara seruan yang terdengar adalah “Hentikan perang” dan “Lindungi Pasal 9 Konstitusi”, Takaichi memberikan tanggapannya.
“Sebagai menteri kabinet, perdana menteri, maupun anggota parlemen, kami memiliki kewajiban untuk mematuhi konstitusi. Mengenai seruan ‘hentikan perang’, Jepang sendiri tidak sedang berperang,” ujarnya.
Takaichi menegaskan bahwa Jepang telah mempertahankan jalannya sebagai negara damai sejak berakhirnya Perang Dunia II dan hal tersebut merupakan kebanggaan bangsa Jepang.
“Sebagai negara yang mencintai perdamaian, Jepang telah terus berjalan di jalur itu sejak perang berakhir. Itu adalah kebanggaan negara kita,” katanya.
Di sisi lain, Takaichi juga menekankan pentingnya memperkuat kemampuan pertahanan Jepang secara mandiri guna melindungi perdamaian dan keselamatan rakyat.
“Untuk menjaga perdamaian dan melindungi nyawa masyarakat, kami ingin memperkuat kemampuan pertahanan secara mandiri dan memadai,” tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan yang terus berlangsung di Jepang mengenai peningkatan anggaran pertahanan, penguatan kemampuan militer, serta interpretasi Pasal 9 Konstitusi Jepang yang menolak perang sebagai sarana penyelesaian sengketa internasional.
Okinawa memiliki makna khusus dalam sejarah Jepang karena menjadi lokasi salah satu pertempuran paling berdarah pada akhir Perang Dunia II. Setiap tahun, upacara peringatan korban perang di Okinawa menjadi momentum refleksi mengenai perdamaian, keamanan, dan arah kebijakan pertahanan Jepang di masa depan.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com