Bijak Mengonsumsi Ultra Processed Food, Tak Selalu Buruk Asal Tahu Aturannya
GH News June 24, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Istilah ultra-processed food (UPF) semakin sering muncul dalam berbagai pembahasan kesehatan. Tidak sedikit yang kemudian menganggap seluruh produk dalam kategori ini harus dihindari karena dinilai kurang baik bagi kesehatan tubuh. Padahal, tidak semua produk UPF merugikan dan tidak punya manfaat kesehatan.

Saat ini, produk UPF semakin banyak tersedia dan bahkan sulit dipisahkan dari keseharian. Susu kental manis, yoghurt, sereal, roti kemasan, hingga frozen food sering dipilih karena praktis dan mudah didapat. Di balik kemudahannya, kembali muncul pertanyaan apakah semua produk UPF benar-benar tidak baik untuk kesehatan?

Apa Itu Ultra Processed Food?

UPF merupakan kelompok makanan dan minuman yang telah melalui berbagai tahapan pengolahan serta menggunakan berbagai bahan tambahan, seperti perisa, pewarna, pemanis, pengemulsi, maupun pengawet untuk menjaga rasa, tekstur, warna, dan daya simpannya. Kategori ini diperkenalkan melalui sistem klasifikasi NOVA yang mengelompokkan pangan berdasarkan tingkat pengolahannya.

Meski sering dikaitkan dengan makanan tinggi gula, garam, dan lemak, istilah UPF sebenarnya mencakup jenis produk yang sangat beragam. Karena itu, tidak semua produk dalam kategori ini memiliki karakteristik gizi yang sama.

Pakar teknologi pangan IPB University, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, mengingatkan bahwa tingkat pengolahan tidak bisa dijadikan satu satunya dasar untuk menilai kualitas suatu pangan.

"Yang harus dilihat bukan hanya tingkat prosesnya, tetapi juga komposisi gizinya dan bagaimana produk itu dikonsumsi dalam pola makan sehari hari," ujarnya, saat dihubungi detikcom, Kamis, (21/5/2026).

UPF Aman Dikonsumsi Asal Sesuai Aturan

Tidak semua produk UPF perlu dihindari sepenuhnya. Salah satu contohnya adalah susu kental manis (SKM), produk yang kerap menjadi perdebatan karena kandungan gulanya.

SKM merupakan produk pangan olahan yang telah melalui berbagai tahapan proses untuk menghasilkan tekstur, rasa, dan daya simpan yang sesuai standar keamanan pangan. Produk ini juga telah diatur dan diawasi oleh BPOM sehingga aman untuk dikonsumsi apabila digunakan sesuai peruntukannya.

Perlu dipahami bahwa keamanan suatu pangan berbeda dengan nilai gizinya. Sebuah produk dapat aman dikonsumsi karena telah memenuhi standar keamanan pangan, tetapi tetap perlu dikonsumsi sesuai anjuran agar tidak berlebihan.

Dalam hal ini, SKM tidak ditujukan sebagai pengganti susu atau sumber gizi utama. Produk ini lebih tepat digunakan sebagai pelengkap makanan dan minuman, misalnya sebagai topping pada roti, martabak, pisang, atau campuran pada minuman dan hidangan penutup.

Penggunaan dalam jumlah secukupnya menjadi bagian penting dari konsumsi yang bijak. Sama seperti produk pangan lain yang mengandung gula tambahan, konsumsi berlebihan tentu tidak dianjurkan. Karena itu, memahami fungsi dan porsi konsumsi menjadi kunci agar produk tersebut tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Kuncinya Ada pada Kandungan Gizi dan Porsi Konsumsi

Susu kental manis menjadi salah satu contoh bahwa suatu produk tidak bisa dinilai hanya dari kategorinya sebagai UPF. Yang lebih penting adalah memahami kandungan gizinya, fungsi produk tersebut, serta bagaimana cara mengonsumsinya.

Perdebatan mengenai UPF sering kali hanya berfokus pada proses pembuatannya. Padahal, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah kandungan gizinya dan seberapa sering produk tersebut dikonsumsi. Produk yang mengandung gula tambahan, garam, atau lemak jenuh dalam jumlah tinggi tentu perlu dikonsumsi secara bijak agar tidak berlebihan.

Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi menjelaskan bahwa penilaian terhadap suatu pangan tidak bisa hanya didasarkan pada keberadaan satu kandungan tertentu saja. Menurutnya, manfaat maupun risiko suatu pangan tetap dipengaruhi oleh pola konsumsi secara keseluruhan.

"Kandungan protein, vitamin, mineral, atau komponen bioaktif tertentu dapat memberi kontribusi positif, tetapi manfaatnya tetap bergantung pada porsi, frekuensi konsumsi, dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan," jelasnya.

Karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat pangan dalam konteks pola makan total. Apakah produk tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, tidak berlebihan, tidak menjadi satu satunya sumber pangan tertentu, serta tetap diimbangi dengan konsumsi makanan lain yang beragam.

Prinsip yang sama juga berlaku pada susu kental manis. Produk ini dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari hari selama digunakan sesuai peruntukannya, misalnya sebagai topping atau pelengkap makanan dan minuman, serta tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Membaca label informasi nilai gizi juga dapat membantu dalam memilih dan mengonsumsi produk dengan lebih bijak. Kandungan gula, natrium, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang tercantum pada kemasan dapat menjadi pertimbangan untuk menyesuaikan asupan dengan kebutuhan masing masing. Dengan memahami kandungan gizi dan memperhatikan porsi konsumsi, produk UPF dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang tanpa perlu dihindari sepenuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.