Laporan Aktivitas Gunung Merapi Rabu 24 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati Ada 18 Kali Guguran Lava
Muhammad Fatoni June 24, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 18 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Rabu (24/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 40 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan lama gempa 23.2-167.55 detik.

Serta 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-22 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 13.75-44.55 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah nihil.

Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah utara.

Suhu udara sekitar 16.6-20°C. Kelembaban 90.2-90.8 persen. Tekanan udara 874.1-918 mmHg.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah DIY Rabu 24 Juni, Hujan Ringan Guyur Sleman dan Kulon Progo Utara

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.