Jepang Usulkan Cadangan Bersama Mineral Strategis untuk Hadapi Risiko Gangguan Pasokan Global
Eko Sutriyanto June 24, 2026 09:38 AM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Pemerintah Jepang mengusulkan penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi meningkatnya risiko gangguan pasokan mineral strategis dunia, terutama rare earth (logam tanah jarang) dan bahan baku penting lainnya yang dibutuhkan industri teknologi tinggi.

Usulan tersebut disampaikan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dalam pertemuan para pemimpin negara-negara G7 di Prancis pada pertengahan Juni 2026.

Menurut Takaichi, pembatasan ekspor mineral strategis yang dilakukan sejumlah negara berpotensi mengganggu rantai pasok global dan mengancam stabilitas industri manufaktur dunia.

Karena itu, Jepang mengusulkan pembentukan mekanisme kerja sama internasional yang mencakup pengembangan sistem cadangan strategis (strategic stockpile) untuk mineral-mineral penting. Selain itu, Tokyo juga mengusulkan kemungkinan pembentukan sistem cadangan bersama di antara negara-negara mitra yang memiliki kepentingan serupa dalam menjaga keamanan pasokan bahan baku.

Sementara itu seorang pengusaha Jepang ditahan pemerintah China dituduh mengekspor rare earth yang dilarang China bulan Mei 2026, ungkap sumber Tribunnews di pemerintahan Jepang kemarin (23/6/2026).

Baca juga: Indonesia Kirim Tenaga Perawat Lansia ke Jepang dan Jerman 

Rare earth merupakan komponen penting dalam berbagai produk modern, mulai dari kendaraan listrik, baterai, semikonduktor, telepon pintar, peralatan medis, hingga sistem pertahanan dan teknologi luar angkasa.

Saat ini China masih mendominasi produksi dan pemrosesan berbagai jenis rare earth dunia. Ketergantungan yang tinggi terhadap satu sumber pasokan membuat banyak negara mulai mencari cara untuk memperkuat ketahanan rantai pasok mereka.

Pemerintah Jepang menilai bahwa cadangan strategis tidak hanya berfungsi sebagai langkah darurat ketika terjadi gangguan pasokan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas industri dan mengurangi risiko gejolak harga di pasar internasional.

Selain membangun cadangan, Jepang juga mendorong diversifikasi sumber pasokan melalui kerja sama dengan negara-negara penghasil mineral penting, peningkatan kegiatan daur ulang, serta pengembangan teknologi pengganti yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku tertentu.

Pengamat ekonomi menilai usulan Jepang mencerminkan perubahan cara pandang negara-negara maju terhadap keamanan ekonomi. Jika sebelumnya fokus utama berada pada energi dan pangan, kini mineral strategis juga mulai dipandang sebagai bagian penting dari keamanan nasional dan ketahanan industri.

Apabila direalisasikan, mekanisme cadangan bersama tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kerja sama ekonomi dan keamanan baru di antara negara-negara mitra Jepang dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan persaingan teknologi global yang semakin intensif.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.