Berita Malang Raya Populer: Truk Gandeng Timpa Pemotor, Kasus Pasar Among Tani Batu Meredup
Sarah Elnyora Rumaropen June 24, 2026 09:45 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Lu'lu'ul Isnainiyah, Dya Ayu

SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA - Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat usai tertimpa truk tangki gandeng yang terguling di Jalan Raya Nasional III, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Sementara itu dari Kota Batu, kelanjutan pengusutan kasus dugaan korupsi berupa jual beli kios dan los di Pasar Induk Among Tani kini dipertanyakan masyarakat karena terkesan hilang ditelan bumi.

Dua isu hangat ini menjadi sorotan utama publik di kawasan Malang Raya dalam 24 jam terakhir.

 

Berikut ulasan selengkapnya:

Truk Gandeng Timpa Pemotor

Kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki gandeng di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung terjadi pada Selasa (23/6/2026). 

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 07.00 WIB, namun baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul 07.30 WIB.

"Kami menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas yaitu truk gandengan terguling di Jalan Raya Nasional Karangkates sekira pukul 07.30 WIB," ujar Chelvin ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.

Chelvin menjelaskan, kecelakaan ini bermula saat Suwito (54), warga Desa Sukowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi N 4748 ABZ dari arah Blitar menuju ke arah timur.

Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Rabu 24 Juni 2026: Dikepung Kabut hingga Berawan, Suhu Dingin 16°C

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang memiliki kondisi jalanan menanjak dan menikung ke kiri, Suwito mencoba mendahului kendaraan roda enam tak dikenal yang melaju searah di depannya.

"Bersamaan itu melaju dari arah berlawanan yaitu dari Malang-Blitar kendaraan truk Mitsubishi tangki gandengan nopol N 9259 UU yang dikemudikan oleh Supriadi," jelasnya.

Chelvin melanjutkan, karena jarak yang sudah terlanjur dekat, di sisi lain pengemudi truk tidak bisa menguasai stang kemudi dan fungsi rem dengan maksimal.

Akhirnya, sopir truk memutuskan mengambil tindakan banting setir ke arah kanan sebagai upaya menghindari tabrakan langsung dengan sepeda motor dari arah depan.

Nahas, akibat aksi banting setir tersebut, ekor truk gandengan itu justru hilang keseimbangan hingga terguling dan menimpa Suwito yang berada di dekatnya.

Akibatnya, korban mengalami luka benturan parah pada bagian kepala dan meninggal dunia langsung di TKP.

"Anggota kepolisian yang bertugas segera mengevakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kecamatan Kepanjen untuk Visum Et Repertum," pungkasnya.

Sementara itu, arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat mengalami hambatan sesaat setelah kecelakaan terjadi. Namun, situasi berangsur normal dan kembali lancar dari kedua arah setelah bangkai truk berhasil dipinggirkan oleh petugas.

Kasus Pasar Induk Among Tani Batu Meredup

Beralih ke isu lain, setelah sempat mencuat hingga menjadi perbincangan hangat di warung kopi hingga kalangan pejabat, kini kabar terkait kasus jual beli kios dan los di Pasar Induk Among Tani Kota Batu bagaikan hilang ditelan bumi.

Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa proses penanganan perkara jual beli kios dan los Pasar Induk Among Tani telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Namun, kabar ini belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Baca juga: Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Bongkar Kebocoran Anggaran Rp2.500 Triliun dan Rencana Tutup 700 BUMN

Kondisi tersebut membuat publik, khususnya masyarakat Kota Batu, bertanya-tanya mengenai progres penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu terhadap kasus dugaan korupsi di pasar yang dibangun menggunakan dana APBN senilai Rp 166 miliar lebih itu.

“Nah itu yang sekarang ditunggu-tunggu masyarakat kecil seperti kami ini. Kalau pas ngopi di warkop gitu itu yang dibahas kelanjutannya seperti apa dan sekarang sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka korupsinya atau belum. Kok adem ayem saja,” kata warga Kelurahan Temas, Agsan, kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (23/6/2026).

Apalagi beberapa waktu lalu muncul serangkaian dugaan kasus di sektor pasar yang tengah diselidiki oleh Aparat Penegak Hukum.

“Kan gak cuma Pasar Induk saja yang sekarang pejabatnya diperiksa. Pasar Alun-Alun itu juga ruwet soal jual beli stan bayar ke koordinator paguyuban. Belum lagi Pasar Pagi, Pasar Sayur juga kabarnya bermasalah. Itu kemarin kan ramai bermunculan. Sekarang masyarakat cuma ingin tahu kelanjutannya seperti apa. Jangan sampai tiba-tiba redup dan gak ada kabar,” jelasnya.

Sorotan dan pertanyaan dari banyak pihak ini tak dipungkiri mencuat lantaran minimnya informasi resmi yang diberikan oleh pihak Kejari Kota Batu semenjak proses penyelidikan digulirkan dengan memanggil banyak saksi.

Padahal, ratusan orang kabarnya telah dipanggil ke Kantor Kejari Kota Batu untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Beberapa di antaranya termasuk Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono yang kala itu menjabat sebagai Kepala Diskumperindag Kota Batu, serta mantan Kepala UPT Pasar Induk Among Tani, Agus Suyadi, yang sudah beberapa kali dipanggil untuk memberikan keterangan.

Baca juga: Warga Sidoarjo Cemas Air Rembesan Tanggul Lapindo Mulai Muncul di Kaki Tanggul Porong

Ditambah lagi, langkah pengajuan pensiun dini yang diambil oleh Agus Suyadi di tengah bergulirnya proses penyelidikan kasus dugaan korupsi Pasar Induk Among Tani Kota Batu ini kian memicu tanda tanya besar di tengah publik.

Masyarakat pun mulai menduga proses hukum yang berjalan selama ini hanya sebatas cek ombak semata, mengingat hingga saat ini perkembangan kasus tersebut belum diumumkan secara terbuka oleh pihak berwenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.