Pemilik Asli RANS Raffi Ahmad Terungkap Efek Mau IPO, Kaesang dan Bos Danantara Juga Pemegang Saham
Murhan June 24, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemilik RANS Entertainment yang sebenarnya terungkap. Ini setelah perusahaan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu mau masuk lantai bursa saham.

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) kini tengah bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Nah, berdasarkan data e-IPO dikutip pada Selasa (23/6/2026), RANS berencana melepas 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Kini, proses pengajuan IPO RANS telah memasuki masa pre-effective. Meski proses penelaahan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih berlangsung, masa penawaran awal atau book building diperkirakan berlangsung pada 23-25 Juni 2026.

RANS menawarkan saham pada kisaran harga Rp 135-Rp 170 per saham.

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru Hari Ini 24 Juni 2026, Pertamina Sebut Kans Turun, Cek Pertamax di Kalsel

Adapun, struktur pemegang saham RANS digenggam sejumlah pihak.

Sebelum pelaksanaan IPO, pemegang saham terbesar RANS digenggam oleh Raffi Ahmad dengan kepemilikan 7,93 miliar saham atau setara 78,68 persen dari total saham perseroan.

Pemegang saham terbesar kedua adalah PT Indonesia Entertainment Grup yang menggenggam 911 juta saham atau sebesar 9,04 persen.

Selanjutnya, Soultan Ariq Rachman memiliki 345 juta saham atau setara 3,43 persen.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria juga tercatat sebagai pemegang saham RANS.

Ia memiliki 345 juta saham atau setara 3,42 persen dari total saham perseroan.

Selain itu, Sutanto Hartono menggenggam 144 juta saham atau setara 1,43 persen.

Istri Raffi Ahmad yang juga Presiden Direktur RANS, Nagita Slavina, turut tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan sebanyak 124 juta saham atau setara 1,24 persen.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus anak dari Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, mengantongi 115 juta saham atau setara 1,14 persen.

Pemegang saham lainnya adalah Hikmat Janika yang tercatat memiliki 86 juta saham atau setara 0,86 persen.

Adapun PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi memiliki 76 juta saham atau setara 0,76 persen.

Melalui penawaran umum perdana saham ini, RANS menargetkan perolehan dana hingga Rp 429,25 miliar.

Masa penawaran awal atau book building dijadwalkan berlangsung pada 23-25 Juni 2026, sebelum perseroan melanjutkan proses pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bagaimana Laporan Keuangannya?

Perusahaan milik Raffi Ahmad PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

RANS Entertainment menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Perseroan membidik dana segar maksimal Rp 429,25 miliar dari aksi korporasi ini.

Namun, bagaimana kondisi keuangan perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut?

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada Selasa (23/6/2026), RANS Entertainment membukukan pendapatan sebesar Rp 353,38 miliar pada 2025. 

Angka tersebut turun 13,91 persen dibandingkan pendapatan 2024 yang mencapai Rp 410,50 miliar.

Jika ditarik lebih jauh, pendapatan perseroan juga lebih rendah dibandingkan 2023 yang tercatat sebesar Rp 437,81 miliar.

Meski pendapatan menurun, perseroan masih mencatat laba. Pada 2025, laba tahun berjalan RANS Entertainment sebesar Rp 56,69 miliar.

Namun, capaian tersebut turun 41,60 persen dibandingkan laba 2024 sebesar Rp 97,07 miliar. Sementara pada 2023, laba perseroan mencapai Rp 84,45 miliar.

Dari sisi aset, total aset perseroan pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp 461,03 miliar, turun dibandingkan posisi 2024 yang mencapai Rp 590,80 miliar. Adapun total ekuitas mencapai Rp 340,80 miliar, sedangkan total liabilitas sebesar Rp 120,23 miliar.

Perseroan juga mencatat kas dan setara kas sebesar Rp 100,13 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan 2024 sebesar Rp 91,07 miliar. Sementara piutang usaha kepada pihak ketiga tercatat Rp 115,19 miliar.

Pendapatan turun karena talent management dan produk IP

Manajemen menjelaskan, penurunan pendapatan pada 2025 terutama disebabkan oleh turunnya kontribusi dari segmen duta merek dan talent management.

"Pendapatan Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar Rp57.118.332.042 atau 13,91 persen, yaitu dari Rp410.495.372.937 untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 menjadi Rp353.377.040.895 untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025," ungkap perseroan.

"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen duta merek dan talent management sebesar Rp55.254.268.335 atau 51,55 persen, dari Rp107.182.959.318 pada tahun 2024 menjadi Rp51.928.690.983 pada tahun 2025," tulis RANS Entertainment dalam prospektus.

Selain itu, pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun Rp 15,55 miliar atau 12,69 persen, dari Rp 122,56 miliar pada 2024 menjadi Rp 107,01 miliar pada 2025.

Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi pendapatan dari segmen olahraga sebesar Rp 9,78 miliar setelah melepas PT RPKSB pada 2024.

Manajemen menilai sebagian penurunan pendapatan tahun 2025 bersifat non-recurring karena dipengaruhi oleh tidak adanya lagi kontribusi pendapatan dari PT RPKSB yang telah dilepas pada tahun 2024 sehingga mempengaruhi komparabilitas laporan keuangan antar periode.

"Sementara itu, penurunan pada segmen duta merek dan talent management serta penjualan produk terutama dipengaruhi oleh kondisi pasar," tulis RANS Entertainment.

Laba turun 41 persen

Penurunan pendapatan juga diikuti dengan penurunan laba. Laba operasi RANS Entertainment pada 2025 tercatat Rp 75,55 miliar, turun 14,21 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 88,07 miliar.

Menurut manajemen, penurunan laba operasi sebagian besar disebabkan oleh peningkatan beban promosi dan pemasaran serta gaji dan kesejahteraan karyawan yang berasal dari PT Rans Pesona Indonesia, entitas anak yang diakuisisi pada Februari 2025.

Sementara itu, laba tahun berjalan turun 41,60 persen menjadi Rp 56,69 miliar.

"Penurunan kinerja keuangan periode 2025 dibandingkan dengan periode 2024 dipengaruhi oleh adanya laba pelepasan entitas anak sebesar Rp44.940.192.513, yang merupakan transaksi tidak berulang (non-recurring)," ungkap manajemen.

Dananya untuk Cipungland hingga AI

Di tengah penurunan pendapatan dan laba, perseroan berencana menggunakan dana IPO untuk sejumlah agenda ekspansi.

Sekitar 6,98 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan dipercepat utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sebanyak 18,64 persen dialokasikan untuk pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif Cipungland.

Selain itu, sekitar 37,61 persen dana akan digunakan untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.

Perseroan juga mengalokasikan 8,15 persen dana untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Adapun sekitar 19,80 persen dana IPO akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina).

Sisanya akan disetor kepada entitas anak, RNS, untuk mendukung pengembangan usaha dan ekspansi jaringan.

Perseroan mengungkapkan, risiko utama yang dihadapi perusahaan adalah ketergantungan terhadap talent utama, yakni Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga.

"Ketergantungan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perseroan apabila terjadi penurunan keterlibatan atau isu reputasi," tulis perseroan dalam prospektus.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.