TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Jumlah massa pendukung Bupati nonaktif Pati, Sudewo, yang mengawal sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (24/6/2026), berkurang dibanding sidang-sidang sebelumnya.
Koordinator Aksi Pati Bangkit, Sutirto, mengatakan pada sidang kali ini pihaknya membawa sekitar 650 loyalis dari Kabupaten Pati.
"Pada pagi hari ini massa kami kurangi karena di pedesaan sedang musim panen jagung dan panen padi. Jadi banyak yang sedang memiliki kesibukan. Kami membawa kurang lebih 650 orang," ujar Sutirto.
Ia menjelaskan, ratusan pendukung tersebut berangkat menggunakan 15 unit bus medium, empat unit elf long, serta sekitar 10 mobil pribadi.
Menurut Sutirto, jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding aksi sebelumnya yang diklaim diikuti sekitar 2.500 orang.
"Kami kurangi hampir dua pertiga. Rata-rata memang karena mereka petani dan pedagang, sehingga sedang fokus panen," katanya.
Meski demikian, Sutirto memastikan berkurangnya jumlah massa bukan berarti dukungan terhadap Sudewo menurun. Ia mengklaim pada sidang berikutnya jumlah pendukung justru akan kembali ditingkatkan.
Baca juga: Kursi Penuh Sebelum Sidang Mulai, Terdakwa Sudewo Duduk Sebelahan dengan Atik di Tipikor Semarang
"Kalau sidang selanjutnya, insyaallah kami akan membawa massa lebih besar, minimal sekitar 3.000 orang," ujarnya.
Sutirto mengatakan tuntutan yang disampaikan para loyalis tetap tidak berubah.
Mereka meminta Sudewo dibebaskan dari perkara yang sedang dihadapi, memulihkan nama baiknya, serta berharap mantan Bupati Pati itu dapat kembali memimpin Kabupaten Pati.
Selain itu, ia kembali menyampaikan pandangan para loyalis terkait perkara yang menjerat Sudewo.
Menurutnya, dugaan jual beli jabatan perangkat desa tidak berkaitan dengan kewenangan bupati.
Ia mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2023 yang, menurutnya, mengatur bahwa pengangkatan perangkat desa merupakan kewenangan kepala desa.
Sutirto juga kembali menyebut para pendukung meyakini Sudewo merupakan korban kriminalisasi yang dilatarbelakangi kepentingan politik.
"Untuk para pendukung Pak Sudewo dan loyalis, beliau adalah korban politik atau dikriminalisasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Namun saat ditanya siapa pihak yang dimaksud sebagai lawan politik Sudewo, Sutirto enggan menyebut nama.
"Saya tidak bisa menyebutkan. Yang jelas kami punya pandangan sendiri," ujarnya. (Rad)