Jadwal, Niat dan Keutamaan Puasa Asyura 2026, Ustadz Adi Hidayat Beber Cara Rasulullah SAW Kerjakan
Mulyadi Danu Saputra June 24, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terjadi perbedaan hari pelaksanaan Puasa Tasua dan Puasa Asyura pada tahun 2026 ini.

Sebagian kaum muslim telah menjalankan Puasa Tasua pada 9 Muharram 1448 Hijriah pada hari ini, Rabu (24/6/2026).

Sebagian lagi baru melaksanakannya pada besok Kamis (25/6/2026).

Terkait ini, maka untuk Puasa Asyura pada 10 Muharram 1448 Hijriah, tinggal menyesuaikan saja.

Baca juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram 1448 H Versi NU dan Pemerintah, Buya Yahya Beber Pahala

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan, Puasa Tasua dan Puasa Asyura merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW

Menurut UAH, Rasulullah SAW melaksanakan Puasa Asyura, untuk mensyukuri keselamatan Nabi Musa AS dari kejahatan Firaun.

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Niat cukup di hati, tpi bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat berikut niat Puasa Tasua dan Asyura:

Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada'i sunnatit taasuu'aa sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa Tasu'a, sunnah karena Allah Ta’ala

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat puasa Asyura, sunah karena Allah Ta’ala


Puasa Orang Yahudi 

Ustadz Adi Hidayat menceritakan, Nabi Muhammad SAW saat berada di Madinah menyaksikan orang-orang Yahudi melaksanakan ibadah puasa. 

Nabi SAW pun mengkonfirmasi kebiasaan puasa kaum tersebut yang bertepatan dengan tanggal 10 di bulan Muharram.

"Kebiasaan puasa kaum Yahudi itu sesuai dengan tanggal Puasa Asyura yang ditunaikan di hari ke-10 di bulan Muharram. Nabi bertanya kepada para sahabat dan kaum Yahudi saat itu, kaum Yahudi menjawab mereka melakukan puasa untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada Musa AS dan pengikut beliau dari kekejaman Fir'aun laknatullah," papar Ustadz Adi Hidayat dikutip dari kanal Youtube Adi Hidayat Official.

Kaum Yahudi menyatakan, tanggal 10 Muharram adalah waktu yang baik sebab Allah telah menyelamatkan Nabi Musa As dan Bani Israil.

Kemudian Rasulullah SAW pun menanggapi, dirinya lebih berhak melestarikan dan menyempurnakan syariat-syariat Nabi Musa AS.

Nabi Muhammad SAW memberikan contoh kepada para sahabat untuk menerapkan puasa sebagai syukur kepada Allah SWT atas perlindungan Allah kepada Nabi Musa dan kaumnya di masa lampau.

Tak hanya saat itu, Nabi SAW juga mencontohkan puasa tersebut rutin dilakukan di tahun-tahun berikutnya yang dikenal dengan puasa Asyura bertepatan 10 Muharram. Hadist ini diriwayatkan Imam Al-Bukhari.

"Hadis ini setidaknya mengkonfirmasi tiga hal yang menjadi keistimewaan serta dapat kita raih hikmahnya, serta dapat melestarikan hukum yang ada di dalamnya, pertama saya lebih berhak melestarikan syariat Nabi Musa AS, hal ini menunjukkan syariat yang dibawa nabi mulai dari Nabi Adam AS bersumber dari Tuhan yang sama," jelas Ustadz Adi Hidayat.

Syariat itu menimbulkan ketundukkan dan kepatuhan dan menciptakan kedamaian yang disebut Islam. 

Maka dari itu sejak Nabi Adam AS hingga nabi Muhammad SAW membawa risalah yang sama, diin yang sama yaitu syariat Allah SWT.

Inilah peran Nabi SAW untuk menutup dan menyempurnakan risalah yang dibawa nabi sebelumnya sesuai dengan masa dan eranya.

Keistimewaan kedua, Nabi Muhammad SAW memberikan keteladanan kepada umat Islam bahwa segala bentuk nikmat baik berupa pemberian yang didapat dan pertolongan yang diberikan Allah SWT saat mengalami ujian atau musibah, misalnya terbebas dari lilitan utang piutang, terbebas dari kejaran, ancaman dan lainnya.

Maka adab umat muslim adalah menampilkan puncak syukur kepada Allah, yakni dengan meningkatkan shalat, doa, dan kurban, serta meningkatkan sifat berbagi.

Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT di dalam Al-Qur’an Surah Al-Kautsar ayat 1-3. Semua nikmat dan pertolongan Allah hendaknya disyukuri dengan meningkatkan amal shaleh.

Sebagaimana mensyukuri Nabi Musa AS dengan berpuasa, Nabi Muhammad SAW mensyukuri pertambahan usia dan jaminan surga dengan puasa dan meningkatkan shalatnya.

Keistimewaan Puasa Asyura yang ketiga adalah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu. Para ulama berpendapat, dosa yang dimaksudkan adalah dosa-dosa kecil bukan dosa-dosa besar yang mengharuskan umat muslim bertaubat sungguh-sungguh.

(BanjarmasinPost.co.id) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.