Tersingkir dari Piala Dunia, Yordania Tinggalkan Jejak Keramahan di Ruang Ganti
GH News June 24, 2026 11:08 AM
California -

Setelah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026, Yordania justru mencuri perhatian. Tim debutan itu meninggalkan ruang ganti dalam kondisi bersih dan rapi, lengkap dengan ucapan terima kasih, hadiah, serta manisan tradisional untuk staf stadion dan FIFA.

Langkah Yordania di pesta sepakbola terakbar sejagat itu terhenti lebih cepat setelah kalah 1-2 dari Aljazair di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa (23/6) siang WIB. Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua mereka setelah kandas 1-3 dari Austria pada laga pembuka.

Yordania memang masih menyisakan satu pertandingan melawan Argentina pada 28 Juni. Namun, peluang mereka untuk melaju praktis sudah tertutup. Bahkan jika mampu mengalahkan Argentina dan salah satu dari Austria atau Aljazair kalah, hasil tersebut tidak akan cukup untuk mengubah nasib mereka di turnamen.

Namun, Yordania tampaknya tak ingin tersingkir kemudian langsung dilupakan. Mereka menyodorkan kesan berbeda dari ruang ganti.

Sebuah video yang dibagikan FIFA memperlihatkan ruang ganti tim Yordania yang ditinggalkan dalam kondisi sangat bersih. Di dalamnya terdapat sekotak manisan tradisional dan sejumlah hadiah untuk staf stadion maupun FIFA.

[Gambas:Instagram]

Dalam pesan yang mereka tinggalkan, Yordania mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan penampilan perdana mereka di Piala Dunia. Mereka menyebut pengalaman tersebut sebagai momen yang mereka sebut "sungguh tak terlupakan".

Tim juga memuji dedikasi, profesionalisme, dan keramahan para tuan rumah, sekaligus mempersembahkan "sedikit cita rasa tradisi dan keramahan khas Yordania" sebagai bentuk apresiasi.

Sikap tersebut memang bukan sesuatu yang asing bagi Yordania. Negara di kawasan Timur Tengah itu selama ini dikenal luas karena budaya dan keramahannya.

Bagi masyarakat Yordania, menjamu tamu bukan sekadar etika sosial, tetapi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Mereka biasa menyambut wisatawan dengan secangkir teh atau kopi Arab, hidangan khas, serta kehangatan percakapan yang membuat mereka merasa diterima layaknya keluarga sendiri.

Citra keramahan itu juga menjadi salah satu kekuatan sektor pariwisata Yordania. Negara yang menjadi rumah bagi situs bersejarah Petra, gurun Wadi Rum, dan pesisir Laut Mati tersebut selama bertahun-tahun mempromosikan diri sebagai destinasi yang tidak hanya kaya akan sejarah dan keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang hangat dan bersahabat.

Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.