TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Program Studi Agroindustri Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) Papua Barat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) melalui konsep “From Lab to Market”.
Ketua Program Studi (Prodi) Agroindustri Polinef, Andi Fitra Sulloi, mengatakan bahwa pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengembangkan produk hingga siap dipasarkan.
“Proses pembelajaran dimulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga penyusunan strategi pemasaran produk,” ujarnya kepada Tribunpapuabarat.com, Rabu (24/6/2026).
Melalui kurikulum berbasis PBL, mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pengembangan produk.
Berbagai inovasi telah lahir dari tangan mahasiswa, di antaranya sambal pala, sari buah, selai, nugget ikan, bakso ikan, abon ikan, tape singkong, balsem, dan sabun.
“Produk-produk tersebut memanfaatkan potensi sumber daya lokal Kabupaten Fakfak sebagai upaya menciptakan nilai tambah dan mendukung pengembangan agroindustri daerah,” jelas Andi.
Baca juga: Kampus Polinef Dorong Kreativitas Mahasiswa Lewat Jurusan Baru Agribisnis Perkebunan
Ia menegaskan, penerapan PBL menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara aktif melalui penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu untuk menghasilkan solusi, inovasi, maupun produk bernilai guna,” tambahnya.
Menurutnya, strategi ini memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
“Dengan proyek berbasis kasus nyata, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan kerja yang lebih baik, bahkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri,” tuturnya.
Baca juga: Polinef Mantapkan Peran Sebagai Kampus Vokasi Unggulan di Papua Barat
Program Studi Agroindustri berharap penerapan PBL dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola usaha dan rantai nilai produk agroindustri.
“Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” kata Andi.
Konsep “From Lab to Market” menjadi bentuk komitmen Polinef Fakfak dalam menghasilkan lulusan vokasi yang siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Ke depan, Program Studi Agroindustri akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, industri, pemerintah, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan.