Van Gastel Akui Jatuh Hati pada Budaya Yogyakarta Usai Jalani Musim Perdana Bersama PSIM
Hari Susmayanti June 24, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku musim perdananya di Indonesia meninggalkan banyak kesan mendalam. 

Tidak hanya sukses membawa Laskar Mataram bertahan dengan nyaman di Super League 2025/2026, pelatih asal Belanda itu juga mulai jatuh hati pada budaya Yogyakarta yang dikenal kaya akan nilai dan tradisi.

Van Gastel mengatakan pengalamannya melatih di Indonesia memberikan warna baru dalam perjalanan hidupnya, baik sebagai pelatih maupun secara pribadi. 

Selama tinggal di Yogyakarta, ia berkesempatan mengenal masyarakat dan budaya yang berbeda dari yang selama ini ia temui di Eropa.

“Secara keseluruhan, saya sangat senang bisa datang ke sini karena ini memberikan warna baru dalam hidup saya, tidak hanya dari segi sepak bola, tetapi juga kehidupan pribadi,” ujar Van Gastel, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, kesempatan bertemu orang-orang baru dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda merupakan pengalaman berharga yang memperkaya kehidupannya.

“Saya bertemu dengan orang-orang baru dan tinggal di dalam budaya yang berbeda. Bagi saya, ini adalah sebuah kekayaan,” lanjutnya.

Baca juga: Jaga Kepercayaan, Perjalanan Ansyari Lubis dari Asisten Seto Hingga Pelatih Promosi

Musim 2025/2026 menjadi pengalaman pertama Van Gastel berkiprah di kompetisi sepak bola Indonesia.

Meski berstatus tim promosi, PSIM mampu tampil mengejutkan di bawah arahannya.

Pada putaran pertama, Laskar Mataram bahkan sempat menembus posisi enam besar klasemen dan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan.

Konsistensi permainan membuat PSIM akhirnya menutup musim di peringkat ke-11 dengan koleksi 45 poin.

Dari 34 pertandingan yang dijalani, PSIM membukukan 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan.

Tim kebanggaan Kota Yogyakarta itu juga mencatatkan 43 gol serta kebobolan 44 kali sepanjang musim.

Selain pengalaman budaya, atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia juga menjadi hal yang paling berkesan bagi Van Gastel. 

Ia menilai persaingan di Super League berlangsung sangat ketat, sementara fanatisme suporter memberikan energi tersendiri bagi para pemain di lapangan.

Kehadiran pendukung setia PSIM di setiap pertandingan, terutama saat laga kandang, menjadi salah satu faktor yang membuatnya menikmati musim pertamanya di Indonesia.

“Saya pikir liga ini sangat kompetitif, dan saya sangat menikmati pertandingan, khususnya saat dihadiri oleh para suporter. Contohnya pada pertandingan kandang terakhir musim ini, kami dapat mengakhiri musim secara positif dengan kemenangan di kandang,” kata Van Gastel. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.