SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Wakil Presiden Sriwijaya FC musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 Mohammad David bertekad mengembalikan kejayaan Elang Andalas dan juga berjuang agar tim ini agar tetap bisa bertahan di kota Palembang.
Ketua Askot PSSI Palembang ini meihat kondisi tim ini sudah degradasi ke Liga 3, harapannya kalau diperkenankan kembali untuk membantu Sriwijaya FC oleh warga Sumsel dan suporter.
"Saya akan mencoba dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kejayaan Sriwijaya FC dan juga bisa bertahan di kota Palembang," ungkap Mohammad David, Rabu (24/6/2026).
Sebaliknya kata David yang juga Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Selatan, kalau dirinya sampai tidak diperkenankan lagi untuk membantu Sriwijaya FC, ia siap mundur.
"Saya tidak mau masyarakat selalu menyalahkan saya dan menyudutkan saya sebagai penyebab Sriwijaya FC terdegradasi. Kalau diperkenankan membantu kembali, ya saya siap. Tapi kalau saya tidak diperkenankan, kita lihat saja," ujar David.
Ia juga mengatakan tidak terlalu berambisi kembali membantu Sriwijaya FC jika dirinya tidak diperkenankan kembali untuk membantu Laskar Wong Kito.
"Ya kita lihat saja kondisi SFC, dan pasrah akan dibawa ke mana Sriwijaya FC ini," kata David yang juga CEO David FC.
David menyatakan siap untuk misi penyelamatan jika masyarakat masih menginginkannya untuk membantu Sriwijaya FC.
"Tapi kalau masyarakat Sumsel atau suporter lebih cenderung menginginkan saya tidak berkenan lagi bergabung di Sriwijaya FC, ya kita siap juga. Dengan catatan kita akan lepas secara penuh untuk Sriwijaya FC," katanya.
Ia mempersilakan masyaralat menilai, kalau masih ada anggapan musim kemarin dirinya yang disalahkan atas degradasinya Sriwijaya FC ke Liga 3.
"Karena di situ saya sudah menjelaskan beberapa kali. Saya itu tidak ada sedikitpun mencari pundi-pundi rupiah di Sriwijaya FC. Tapi saya cenderung merugi demi kecintaan saya terhadap Sriwijaya FC. Tidak ada sedikitpun di benak hati saya melihat kondisi Sriwijaya FC seperti ini," katanya.
• Prediksi Tegar Hening Pangestu tentang Ancaman Prancis bagi Jerman di Piala Dunia
Ia membeberkan, saat itu sebelum transfer window musim kemarin, dirinya sudah mengundurkan diri dari kepengurusan Sriwijaya FC. Setelah kemundurannya dan telah dimanajeri oleh yang baru, Sriwijaya FC mulai terlihat tambah kacau, selalu dibantai lawan.
"Padahal saat itu kalau saya dilibatkan dalam transfer window, saya ingin menyelamatkan Sriwijaya FC. Karena saya tidak dilibatkan, saya mundur dan saya kecewa saat itu. Jadi kalau masyarakat menilai ini adalalah salah satu orang yang menjerumuskan Sriwijaya FC ke degradasi, ya silahkan. Tapi saya sudah berjuang semaksimal mungkin untuk Sriwijaya FC," pungkasnya.