TRIBUNJAMBI.COM – Tabir kelam di balik aksi dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang memicu amuk massa di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi akhirnya mulai terkuak.
Berdasarkan hasil interogasi awal, korban yang baru berusia 8 tahun dan berstatus siswi Sekolah Dasar (SD) mengaku telah dicabuli oleh ayah tirinya sebanyak tiga kali di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Fakta mencengangkan ini terungkap setelah ribuan warga yang geram nekat mengepung tempat pengamanan terduga pelaku (40) pada Selasa (23/6/2026) malam sekira pukul 19.00 WIB, yang videonya mendadak viral di live TikTok.
Aksi Bejat Dilakukan di Luar TKP Penggerebekan
Kepala Desa di lokasi penggerebekan, F**y, membenarkan informasi mengenai frekuensi tindakan asusila yang dialami oleh korban.
F**y menjelaskan berdasarkan keterangan langsung dari mulut sang bocah, seluruh rangkaian aksi bejat tersebut ternyata tidak terjadi didesanya, melainkan di wilayah domisili asal mereka di Kabupaten Muaro Jambi.
Kasus ini baru meledak di Batang Hari karena pelaku yang merupakan warga Muaro Jambi tersebut kebetulan sedang pulang kampung ke rumah istrinya (ibu korban).
Trauma mendalam membuat korban akhirnya memberanikan diri menceritakan perbuatan ayah tirinya kepada tiga orang ahli waris keluarga saat waktu Magrib tiba.
Baca juga: Warga Jambi Ngamuk, Kepung Ayah Tiri Diduga Lecehkan Anak Tiri Kelas 3 SD
Baca juga: Selat Hormuz Dibuka, PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut yang Terjebak Perang AS-Iran
"Sebelumnya ada tiga orang warganya atau ahli waris yang mendatangi saya untuk melaporkan kejadian ini, dan sebenarnya pelaku ini adalah warga dari Muaro Jambi yang kebetulan sedang pulang kampung, istri dari diduga pelaku yang merupakan warga desa saya," kata F**y saat dikonfirmasi via WhatsApp kepada Tribunjambi.com, Rabu (24/6/2026).
Mendengar pengakuan korban, kabar tersebut menyebar kilat dalam hitungan menit hingga memicu kemarahan kolektif ribuan warga desa.
Antisipasi aksi main hakim sendiri, Kades F**y bersama Linmas langsung mengamankan pelaku ke rumah pribadinya sembari menunggu jemputan kepolisian.
Langkah cepat ini menyelamatkan nyawa pelaku dari kepungan massa yang membeludak dan bertahan di depan rumah kades dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB malam.
Saat dievakuasi oleh kepolisian menuju Polres Batang Hari, petugas bahkan terpaksa memasangkan helm pelindung di kepala pelaku untuk meredam amukan warga.
Meski korban secara blak-blakan menjabarkan tiga kali aksi pencabulan yang dialaminya di Muaro Jambi, pelaku dilaporkan tetap bersikeras tidak mengakui perbuatannya saat diinterogasi di kantor desa.
Menyikapi hal tersebut, pihak pemerintah desa dan orang tua korban sepakat menyerahkan kelanjutan hukum dan visum medis ke Polres Batang Hari.
"Saat dimintai keterangan, diduga pelaku ini memang tidak mengakui perbuatannya, sedangkan keterangan dari anak ini mengaku sudah pernah dicabuli, sehingga untuk membuktikannya kami sepakat mendampingi korban dan ibunya ke Polres, dan terkait hasil visum atau lainnya nanti akan diinformasikan kembali," pungkas F**y.
Hingga saat ini, jurnalis Tribunjambi.com masih terus menelusuri kelanjutan kasus ini guna mendapatkan informasi dan pembuktian hukum lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Baca juga: Perhiasan di Jambi Rp8,650 Juta per Mayam, 24/6/2026 Emas Antam Turun Rp2.655.000
Baca juga: Situasi Perdamaian Tidak Stabil, Indonesia Harus Tingkatkan Kesejahteraan
Baca juga: Suhu Udara Jambi Pekan Ini, Kerinci Sungai Penuh 15 Derajat Celsius