TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Keluhan warga Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terkait kondisi jalan rusak yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun akhirnya mendapat respons dari pemerintah daerah.
Setelah warga menyuarakan kesulitan yang mereka hadapi akibat buruknya akses jalan menuju desa tersebut, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim menyatakan akan menurunkan tim teknis untuk melakukan peninjauan lapangan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga SDABMBKPRKP Kotim, Nur Aina, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kondisi jalan di Desa Soren yang sebelumnya dikeluhkan warga karena dinilai menghambat aktivitas sehari-hari.
Ia mengaku memahami kondisi jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Informasi yang disampaikan telah kami terima dan akan menjadi masukan serta evaluasi dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur sesuai dengan kewenangan, prioritas kebutuhan, kondisi teknis, dan kemampuan keuangan daerah," kata Nur Aina, Rabu (24/6/2026).
Menurut Nur Aina, laporan yang masuk saat ini masih perlu diverifikasi melalui peninjauan langsung ke lokasi sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan, termasuk status dan kebutuhan penanganan jalan tersebut.
"Kami masih perlu melihat kondisi lapangan secara langsung. Karena itu, saat ini kami belum bisa memberikan jawaban secara teknis mengenai bentuk penanganan yang akan dilakukan," ujarnya.
Ia menegaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengirimkan tim teknis dari Bidang Bina Marga untuk melakukan survei dan pengumpulan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
"Sebagai tindak lanjut awal atas laporan tersebut, tim teknis Bidang Bina Marga akan kami turunkan untuk melakukan peninjauan dan pengecekan kondisi lapangan guna memperoleh data serta informasi yang diperlukan sebagai bahan kajian lebih lanjut," jelasnya.
Hasil peninjauan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah berikutnya, baik dari sisi perencanaan maupun penanganan sesuai kewenangan yang berlaku.
"Kami tentu harus melihat data di lapangan terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa dilakukan kajian dan pembahasan lebih lanjut sesuai prioritas serta kemampuan keuangan daerah," tambah Nur Aina.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif menyampaikan aspirasi dan laporan terkait kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat membantu pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan yang terjadi di lapangan.
"Kami mengapresiasi partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam menyampaikan informasi demi peningkatan pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur," ucapnya.
Sebelumnya, warga Desa Soren mengeluhkan kondisi jalan yang disebut telah rusak sejak puluhan tahun lalu dan belum mendapatkan perbaikan yang memadai.
Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk bekerja, bersekolah, mengakses layanan kesehatan hingga mengangkut hasil perkebunan.
Baca juga: Warga Desa Soren Kotim Masih Menunggu Jalan yang Dijanjikan Sejak Puluhan Tahun Lalu
Baca juga: Jalan Rusak Parah Bak Bubur Menuju Tumbang Kalang Kotim, Video Mobil Terjebak Lumpur Viral di Medsos
Keluhan warga bahkan menyebut kondisi jalan itu telah berlangsung sejak akhir tahun 1990-an dan tetap menjadi persoalan meski telah beberapa kali terjadi pergantian kepala daerah.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada tindak lanjut pemerintah daerah. Warga berharap peninjauan yang akan dilakukan tidak hanya sebatas pendataan, tetapi menjadi langkah awal menuju perbaikan jalan yang selama ini dinantikan.
"Masukan dan informasi dari masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Karena itu kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu agar penanganan yang dilakukan nantinya benar-benar berdasarkan kondisi yang ada di lapangan," tutup Nur Aina.