TRIBUNJAKARTA.COM - Satu truk bermuatan besi dan dua truk bermuatan hebel terguling di kawasan Jakarta dan sekitaranya, pada Rabu (24/6/2026) pagi.
Bahkan salah satu truk tersebut, ada yang menimpa sebuah mobil Honda Brio.
Sebuah truk pengangkut 8 ton bata ringan (hebel) terbalik di Jalan MT Haryono, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2026).
Satu lajur tertutup muatan.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, posisi truk yang terbalik berada di antara persimpangan menuju Bandara Halim Perdanakusuma dan jalur yang mengarah ke Jalan Otto Iskandardinata (Otista).
Truk tersebut telah diderek petugas kepolisian ke Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Jakarta Timur.
Namun, tumpukan hebel berwarna putih masih terlihat berserakan di lokasi dan menutupi satu lajur jalan menuju Jalan Otista.
Meski satu lajur tertutup material, arus lalu lintas di Jalan MT Haryono dari arah Pancoran terpantau lancar dan tidak terjadi kemacetan panjang.
Sopir truk, Kurdi (61) mengatakan truk terguling saat dalam perjalanan dari Serang menuju Pondok Gede, Bekasi.
Kejadian bermula ketika Kurdi kehilangan kemudi akibat mengantuk saat truk melaju di Jalan Letjen MT Haryono dekat simpang jalan menuju Halim Perdanakusuma dan Jalan Otista Raya.
"Kejadiannya tadi pagi sekira jam 05.00 WIB. Sampai sini (Jakarta) mengantuk, sempat merem sedikit, tiba-tiba sudah kebalik," kata Kurdi di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2026).
Beruntung tidak ada korban dalam kejadian karena Kurdi mengaku tidak mengalami luka serius, hanya muatan hebel yang terguling di tengah ruas Jalan Letjen MT Haryono.
Usai kejadian truk yang dikemudikan Kurdi diderek jajaran Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka) Satlantas Jakarta Timur guna menghindari kemacetan akibat dampak kecelakaan.
"Bukan karena truk enggak kuat (menanjak), tapi karena mengantuk saja. Ban sempat terangkat jadi kebalik, ditambah muatan berat juga. Tadi jalan dari serang jam 01.00 WIB," ujarnya.
Akibat kejadian tumpukan hebel yang berserakan sempat menutup satu ruas lajur dari arah Jalan MT Haryono ke Jalan Otista Raya, namun kondisi tak sampai mengakibatkan kemacetan panjang.
"Sekarang tinggal nunggu truk buat angkut hebelnya," tuturnya.
Truk kontainer bermuatan besi wiremesh terguling di Jalan Tol Kebon Jeruk arah Tanjung Priok, tepatnya di flyover Tomang, Jakarta Barat.
- Sampai Rabu (24/6/2026) siang pukul 10.30 WIB, proses evakuasi terhadap muatan besi yang tumpah di Jalan Layang Tol Tomang, Jakarta Barat masih berlangsung.
Sedangkan untuk truk trailer bermuatan 30 ton yang sempat terguling sudah berhasil dievakuasi.
“Untuk truk sudah berhasil dievakuasi dengan menggunakan crane dari Jasa Marga. Sedangkan penanganan kasus kecelakaannya ditangani oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya,” ujar Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang kepada wartawan di lokasi.
Reza menerangkan kecelakaan terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Truk yang mengangkut material besi itu melaju dari arah Tol Jakarta-Tangerang menuju Tanjung Priok sebelum akhirnya terguling di atas layang Tol Tomang.
“Kejadian tadi subuh sekitar setengah lima. Truk pengangkut besi dari arah Tol Jakarta-Tangerang menuju Tanjung Priok terguling di atas layang Tol Tomang,” kata Reza.
Akibat kecelakaan tersebut, sebagian muatan wiremesh terjatuh ke bawah.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, kepadatan lalu lintas terjadi di ruas Jalan S. Parman dari arah Slipi menuju Tomang.
Pengalihan arus dilakukan karena material besi yang tumpah masih berada di lokasi dan proses evakuasi belum sepenuhnya selesai.
“Biasanya kendaraan besar menggunakan jalur layang Tomang. Namun karena ada tumpahan muatan besi di bawah, seluruh kendaraan sementara kami alihkan ke jalur bawah menuju Traffic Light (TL) Tomang,” katanya.
Hingga saat ini, petugas masih menunggu kendaraan pengangkut untuk memindahkan seluruh material wiremesh yang berserakan di lokasi kejadian.
Petugas belum bisa memastikan kapan proses evakuasi rampung dan lalu lintas bisa dilalui secara normal.
“Untuk perkiraannya kami belum bisa memastikan. Yang jelas, kami mengupayakan semaksimal mungkin agar proses evakuasi berjalan cepat sehingga arus lalu lintas dapat normal kembali,” ujar dia.
Sementara itu, KBO Satlantas Jakarta Barat, AKP Sudarmo mengatakan, kecelakaan diduga karena tali pengait di truk tersebut putus.
"Diduga tali pengait atau penguat putus sehingga muatan tumpah dan menutup jalur Tol Kebon Jeruk arah Grogol dan Jalan Layang Tomang arah Grogol," kata Sudarmo.
Truk pengangkut hebel terguling dan menimpa sebuah mobil, Honda Brio di Jembatan BKT, jalur penghubung Bekasi-Jakarta.
Berdasarkan video yang viral, truk tersebut menimpa Brio yang ditumpangi seorang ibu dan anaknya.
"Pagi-pagi Ya Allah kena mobil, ibu-ibu dalamnya, truknya kebalik, parah banget," ucap perekam video.
Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, mengatakan ibu dan anak tersebut selamat.
“Semua penumpang selamat,” ujarnya.
Peristiwa bermula saat truk bermuatan hebel tersebut melintas di jembatan dan diduga tidak kuat menanjak.
Truk tersebut lalu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling.
Bagian depan truk kemudian menimpa mobil Brio yang datang dari arah berlawanan.
Peristiwa kecelakaan tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Dikutip dari akun Instagram Infobekasi, terlihat antrean kendaraan yang padat merayap.
Kepadatan tidak hanya terjadi di Jalan Raya Bekasi dan Jalan Sultan Agung saja, melainkan antrean kendaraan tercatat mengular jauh hingga ke Jalan Pejuang, kawasan Logos, sampai masuk ke wilayah Harapan Indah.