Pidato Panas Prabowo di Penas, Sebut Tanpa Petani-Nelayan, Negara Ini Runtuh!
Wawan Akuba June 24, 2026 01:45 PM

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan bertumpu pada petani dan nelayan.

Ia bahkan menyebut, tanpa kontribusi kedua kelompok tersebut, negara tidak akan mampu bertahan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada ajang Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara.

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan kembali sejarah awal kemerdekaan Indonesia, ketika negara belum memiliki sistem pemerintahan yang kuat, belum memiliki anggaran negara, bahkan belum mampu memberikan gaji bagi aparat negara.

Baca juga: Breaking News! Presiden Prabowo Tiba di Penas Gorontalo 2026, Paspampres Siaga dan VVIP Berdiri

“Waktu kita mendeklarasikan kemerdekaan, belum ada negara, belum ada APBN, belum ada gaji. Tapi mereka tetap memilih Republik Indonesia karena hati, karena cinta tanah air,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan, pada masa itu TNI, Polri, serta para pejuang kemerdekaan bertahan hidup berkat dukungan rakyat, khususnya petani dan nelayan di berbagai daerah.

Menurutnya, jika dihitung secara jumlah, kekuatan petani dan nelayan di Indonesia saat ini sangat besar dan menjadi penopang utama ketahanan nasional.

Prabowo juga mengenang masa mudanya saat menjadi prajurit yang banyak bertugas di desa-desa dan daerah pegunungan.

Ia mengaku menyaksikan langsung bagaimana petani yang hidup dalam keterbatasan tetap membantu para prajurit dengan menyediakan makanan.

“Mereka hidup susah, untuk memasak harus berjalan jauh, untuk mengambil air harus berkilo-kilometer, tetapi tetap memasakkan makanan untuk prajurit TNI. Itu menunjukkan betapa besar cinta mereka kepada bangsa ini,” katanya.

Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo menekankan bahwa tidak ada negara yang dapat bertahan tanpa pangan.

“Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada peradaban bisa bertahan tanpa pangan. Karena itu petani dan nelayan adalah penentu hidup matinya sebuah bangsa,” tegasnya.

Pernyataan paling keras muncul ketika ia menegaskan bahwa keberadaan petani dan nelayan merupakan fondasi utama negara.

“Tanpa petani dan nelayan, negara ini runtuh,” ujarnya dengan nada tegas.

Prabowo juga menyinggung perjalanan politiknya setelah pensiun dari militer, termasuk keikutsertaannya dalam beberapa kali pemilihan umum.

Ia mengaku pernah mengalami kekalahan beberapa kali sebelum akhirnya menang.

Selain itu, ia mengkritik pandangan ekonomi yang menurutnya terlalu berorientasi pasar bebas dan kurang berpihak kepada petani.

Ia menyebut pernah mendengar pandangan yang menilai petani Indonesia tidak efisien, namun ia tidak sependapat dengan hal tersebut.

Menurutnya, tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar formalitas negara.

“Kita merdeka bukan hanya untuk merdeka. Kita merdeka supaya rakyat sejahtera, bisa makan, bisa sekolah, bisa berobat,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo juga menyoroti capaian Indonesia dalam sektor pangan yang disebutnya telah mencapai swasembada, terutama pada komoditas beras dan jagung.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan, termasuk pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan di lapangan.

“Ini adalah prestasi bersama bangsa Indonesia,” pungkasnya. 8*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.