Warga Wonokerto Pekalongan Tewas di Tangan Adik, DItusuk Pakai Pisau Dapur di Kepala dan Perut
rika irawati June 24, 2026 02:29 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ruwah (68), warga Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tewas ditangan adik kandung, Safari (62), Selasa (23/6/2026).

Ruwah tewas akibat luka tusukan pisau dapur di kepala dan perut.

Tak hanya Ruwah, Safari juga melukai Darmanah (37), anak perempuan Ruwah.

Darmanah harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang dialami.

Kepala Desa Tretep, Pronisah mengatakan, dirinya menerima laporan insiden berdarah terseubt dari warga, sekitar pukul 16.00 WIB. 

"Saya ditelepon warga sekitar jam empat sore."

"Informasinya Pak Ruwah ditusuk oleh Pak Safari."

"Setelah mendapat kabar itu, saya langsung menghubungi perangkat desa dan menuju lokasi," ujar Pronisah.

Baca juga: Kompor Gas Meledak, Rumah Milik Warga di Desa Yosorejo Pekalongan Dilalap Jago Merah

Saat tiba di lokasi, Ruwah telah dievakuasi warga menuju rumah sakit. 

Sementara, Darmanah yang juga menjadi korban dalam insiden tersebut lebih dahulu mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku diduga menggunakan pisau dapur untuk menyerang korban. 

Pisau yang diduga menjadi barang bukti, bahkan ditemukan dalam kondisi bengkok.

Pronisah mengungkapkan, Ruwah mengalami luka cukup parah di kepala belakang dan perut.

"Saya melihat langsung kondisi korban di rumah sakit. Lukanya sangat parah, terutama di bagian kepala dan perut," katanya.

Akibat luka yang diderita, Ruwah dinyatakan meninggal dunia. 

Sementara Darmanah mengalami luka di bagian kepala dan tubuh, namun masih mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

Pronisah belum mengetahui latar belakang penusukan tersebut.

Pemerintah desa maupun aparat kepolisian masih menunggu keterangan dari Darmanah yang menjadi saksi, sekaligus korban dalam peristiwa tersebut.

"Belum diketahui penyebabnya. Korban yang selamat masih dirawat sehingga belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.

Riwayat Gangguan Jiwa

Pronisah menambahkan, beberapa warga sebelumnya pernah melihat pelaku menunjukkan perilaku mudah emosi.

Ia juga menyebut, Safari pernah mengalami gangguan kejiwaan beberapa tahun lalu. 

Namun, dalam kesehariannya, pelaku dinilai mampu berkomunikasi, dan beraktivitas seperti warga pada umumnya.

Sementara itu, Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan, pihaknya menerima laporan insiden berdarah itu dari pemerintah desa, sekitar pukul 17.45 WIB.

"Setelah menerima laporan, kami langsung menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi korban."

"Dari hasil pengecekan, terdapat dua korban, satu laki-laki meninggal dunia dan satu perempuan mengalami luka-luka," kata Iptu Maman, Selasa (23/6/2026) malam.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. 

Dugaan sementara, aksi penusukan terjadi saat kondisi kejiwaan pelaku sedang kambuh.

"Pemicunya kemungkinan, karena terduga pelaku mengalami gangguan jiwa."

"Saat kambuh, yang bersangkutan menyerang keluarganya sendiri," ujarnya.

Baca juga: Kaget Diperiksa KPK, Barista Ini Tak Tau Namanya Masuk Daftar Tenaga Outsourcing Pemkab Pekalongan

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan secara pasti motif maupun rangkaian peristiwa yang mengawali kejadian tersebut.

Hal itu karena sejumlah anggota keluarga yang menjadi saksi maupun korban masih dalam kondisi trauma dan belum dapat dimintai keterangan.

"Sementara, kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya, karena keluarga yang mengalami langsung kejadian tersebut belum bisa memberikan keterangan," jelasnya.

Maman menambahkan, proses evakuasi pelaku dari lokasi kejadian berlangsung dengan pengamanan ketat. 

Warga setempat tidak berani mendekati pelaku sehingga polisi harus turun langsung untuk mengamankannya.

"Alhamdulillah, pelaku berhasil kami evakuasi dari tempat kejadian perkara dan saat ini sudah diamankan di Mapolsek Wiradesa," katanya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi penusukan. 

Barang bukti tersebut ditemukan di belakang rumah pelaku, setelah dibuang ke area tumpukan sampah.

"Barang bukti sudah ditemukan dan saat ini diamankan untuk kepentingan penyidikan," imbuhnya.

Menurut Maman, warga sempat meminta agar pelaku segera dipindahkan ke Polres karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Kekhawatiran tersebut muncul lantaran, pelaku disebut pernah beberapa kali membuat keresahan di lingkungan sekitar.

"Warga merasa takut karena khawatir kejadian serupa terulang. Itu yang menjadi alasan adanya permintaan agar pelaku segera dievakuasi," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.