Mahasiswa dan Mahasiswi Politeknik Bisnis Kaltara Ikut Donor Darah di BNNP, Sempat Ada yang Gugup
Junisah June 24, 2026 03:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 turut diramaikan sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Bisnis Kaltara siang tadi, Rabu (24/6/2026). Kedatangan mereka ikut sebagai pendonor di kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Kantor BNNP Kaltara.

Tampak mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Bisnis Kaltara memasuki ruangan yang disiapkan petugas. Satu per satu antre bersabar menunggu panggilan.

Dari ekspresi wajah mahasiswa dan mahasiswi yang ikut mendonor, di antaranya ada yang gugup lantaran baru pertama kali mencoba memberanikan diri.

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr Ana Eka Sriningsih, mengaku sengaja mengajak mahasiswa dan mahasiswi yang belum pernah mendonor untuk mengikuti kegiatan donor darah hari ini. 

Tujuannya agar mereka  memiliki pengalaman langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Tak mau kehilangan momen, Dr Ana Eka Sriningsih mendampingi mahasiswa dan mahasiswi donor darah sampai selesai. Meski sempat merasa gugup, ia memberikan pemahaman dan keyakinan kepada mahasiswanya harus berani mendonor dan ditusuk jarum.

Baca juga: Jelang HANI 2026, BNNP Kaltara Kerjasama dengan PMI Tarakan Gelar Donor, Terkumpul 26 Kantong Darah 

Kurang lebih lima menit berbaring, satu per satu mahasiswa dan mahasiswi telah selesai donor darah. Ekspresi lega tampak terlihat saat jarum kembali dicabut oleh petugas. 

Ana Eka Sriningsih sendiri merupakan penggiat sekaligus pendonor darah aktif. Bahkan pada Mei 2026 lalu, ia telah melakukan donor darah untuk ke-124 kalinya. Pengalaman panjang tersebut menjadi motivasinya untuk mengajak generasi muda mengenal kegiatan sosial melalui donor darah.

"Maka saya selaku penggiat juga donor darah, inisiatif ajak mahasiswa saya. Jadi saya juga tergerak untuk membawa anak-anak muda ini yang belum pernah mengenal bakti sosial atau pengabdian kepada masyarakat yang melalui donor darah. Saya bawa 5 mahasiswa, 1 dosen, dan 1 staf untuk melakukan donor darah," tuturnya.

Dari tujuh orang yang dibawa mengikuti donor darah, seluruhnya sebenarnya memenuhi syarat. Namun dua peserta dengan golongan darah AB tidak jadi diambil darahnya karena pertimbangan kebutuhan stok.

"Nah, dari 7 yang saya bawa, ini sebenarnya lolos semua, namun yang 2 itu karena golongan darahnya versus AB, sehingga tidak bisa diambil, dikarenakan tidak diambilnya karena  pengguna donor darah yang golongan darah AB itu jarang," jelasnya.

Menurut Ana, keputusan tersebut dilakukan agar darah yang sudah diambil tidak terbuang sia-sia.

Baca juga: Stok Darah Kritis, PMI Nunukan Gelar Donor dan Beri Paket Sembako Bagi 80 Pendonor Pertama

"Sehingga kalau diambil nanti istilahnya mubazir, sehingga membuang darah tersebut. Jadi mereka biar ada di badan pada saat nanti dibutuhkan, mereka dihubungi," katanya.

Melihat antusiasme mahasiswa yang terlibat, Ana berencana membentuk komunitas donor darah di lingkungan Politeknik Bisnis Kaltara agar kegiatan kemanusiaan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Harapan saya yang pertama semua ini tadi lolos, nanti akan saya bentuk satu kelompok atau komunitas donor darah Politeknik Bisnis Kaltara, sehingga kami boleh rutin untuk berderma darah terhadap PMI, bisa juga ke rumah sakit, di mana yang membutuhkan. Jadi kami siap," ujarnya.

Ia mengungkapkan, mahasiswa yang diajak mengikuti donor darah kali ini seluruhnya merupakan pendonor pemula.

"Kalau hari ini jadi pengalaman pertama semua," katanya.

Menurut Ana, pemilihan mahasiswa yang belum pernah donor darah dilakukan sebagai bagian dari regenerasi pendonor.

"Itu sengaja saya cari yang baru-baru, sehingga regenerasi. Kalau yang sudah terbiasa, saya rasa tidak perlu didampingi, tidak perlu dikawal," ujarnya.

Meski demikian, beberapa mahasiswa sempat mengalami rasa gugup saat menjalani proses donor darah. Bahkan tampak  di antara mereka diberi waktu duduk terlebih dahulu, ataupun minum air putih.

"Dikawalnya ya takutnya mungkin ada yang pingsan, ada yang jatuh. Nah dari yang saya bawa itu kebetulan ada yang nervous, sehingga ada dua yang perlu ada sedikit duduk dulu, tiduran dulu, minum air putih banyak dulu. Nah gitu tadi ada dua. Tapi secara keseluruhan aman," ungkapnya.

Ana juga membagikan pengalamannya sebagai pendonor aktif. Menurutnya, kondisi kesehatan harus dijaga sebelum melakukan donor darah, mulai dari pola makan hingga kebutuhan cairan tubuh.

"Nah kalau misalkan harus donor atau habis donor, kalau mau donor tentu kesehatan tubuh kita perlu tetap dijaga ya. Banyak air putih, banyak konsumsi supaya HB kita itu standar. Kan HB standar itu kalau untuk donor 12,5," jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat batas kadar hemoglobin yang harus dipenuhi calon pendonor.

"Kalau untuk perempuan maksimal 16. Kalau untuk laki maksimal 17. Nah lewat dari situ atau di bawah itu enggak bisa. Sehingga diperlukan benar kesehatan. Nah itu pola makan, asupan perlu juga diperhatikan," katanya.

Selain menjaga asupan makanan, calon pendonor juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari begadang.

IKUT MENGAWAL - Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr Ana Eka Sriningsih saat mengawal mahasiswa dan mahasiswinya ikut berkontribusi menyumbangkan darah di momen HANI 2026.
IKUT MENGAWAL - Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr Ana Eka Sriningsih saat mengawal mahasiswa dan mahasiswinya ikut berkontribusi menyumbangkan darah di momen HANI 2026. (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

"Terus banyak air putih itu tentu supaya tidak kental tekanan dan lain sebagainya. Tidak begadang dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurut Ana, donor darah juga memberikan manfaat bagi tubuh karena membantu proses regenerasi sel darah merah.

"Nah kalau sudah nanti dia donor tentu metabolismenya bagus dan setiap 120 hari sel darah merah kita itu muncul atau tumbuh generasi baru sehingga fresh komposisi dalam tubuh kita itu darahnya," tuturnya.

Ia mengaku pada awal menjadi pendonor darah juga belum memahami banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

"Banyak sekali, saya dulu awal donor juga enggak ngerti kalau harus seperti ini. Terus ada penghargaan dan lain sebagainya. Niat saya ya hanya pengen saya donor darah. Wah keren kalau perempuan bisa donor darah rutin gitu aja," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.