Alan Shearer menilai hasil imbang Inggris melawan Ghana bukanlah sebuah “bencana”, namun menjadi sebuah “realita pahit” bagi timnya, sementara Joe Hart berpendapat bahwa Thomas Tuchel masih memiliki banyak hal yang perlu dibenahi.
Setelah mencetak empat gol ke gawang Kroasia pada laga pembuka, Inggris tampil lambat saat berhadapan dengan Ghana. Tim Tiga Singa menguasai banyak bola, tetapi tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama, dan kesulitan untuk benar-benar masuk ke permainan di babak kedua.
Secara keseluruhan, Inggris melepaskan 19 tembakan, namun hanya tiga yang mengarah ke gawang. Peluang terbaik justru terbuang ketika Harry Kane menembak jauh di atas mistar, menandakan betapa sulitnya laga bagi anak asuh Tuchel.
Alan Shearer, yang menjadi komentator dalam pertandingan tersebut, menilai Inggris kini tahu di mana posisi mereka sebenarnya.
Ia mengatakan: “Bukan bencana, tetapi ini jelas sebuah realita pahit. Inggris kesulitan menemukan solusi malam ini. Mereka bermain terlalu lambat dan tidak cukup memanfaatkan area sayap.”
Para pengamat dan mantan pemain tim nasional Inggris seperti Joe Hart, Wayne Rooney, dan Micah Richards juga memiliki pandangan serupa mengenai performa Inggris dalam laga ini serta prospek mereka di Piala Dunia.
Richards berkomentar: “Inggris tidak cukup berani. Terlalu banyak umpan aman yang dimainkan. Anda harus tampil lebih berani.”
Hart menambahkan: “Yang penting adalah kami tidak terlalu bersemangat ketika menang dan tidak terlalu kecewa ketika gagal. Malam ini bisa saja lebih buruk. Masih banyak hal yang harus diperbaiki.
“Saya berharap mereka tampil lebih baik pada Sabtu malam nanti.”
Rooney kemudian memberikan konteks berdasarkan pengalamannya sendiri, dengan mengatakan: “Saya dan Joe pernah mengalami tersingkir dari Piala Dunia setelah dua pertandingan. Ini bukan bencana. Mereka sudah lolos ke babak berikutnya, hanya saja masih ada beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan.”
Semua pengamat memperkirakan akan ada perubahan dalam laga melawan Panama, terutama di sisi kiri, setelah Djed Spence menggantikan Nico O’Reilly di laga melawan Ghana. Namun, ketika O’Reilly masuk sebagai pemain pengganti, penampilannya cukup mengesankan.
Ada pula keyakinan bahwa Inggris akan menghadapi laga yang lebih mudah melawan Panama, baik karena level lawan maupun karena Tuchel akan memanfaatkan waktu di antara dua pertandingan ini untuk memperbaiki performa timnya.
Laga melawan Panama akan berlangsung pada hari Sabtu, dan meskipun Inggris sudah memuncaki klasemen grup, mereka tetap ingin meraih kemenangan untuk memastikan posisi juara grup sebelum babak gugur dimulai.