JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN PIALA DUNIA
Lebih banyak suara dibanding Lionel Messi! Inilah kisah bagaimana Mbekezeli Mbokazi, bintang MLS dari Chicago Fire, menjadi ‘duta global sepak bola Afrika Selatan’ sekaligus calon pemain hebat masa depan.
Dalam musim perdananya bersama Chicago Fire, Mbekezeli Mbokazi berhasil menjadi pemain All-Star di Amerika Serikat — bahkan memperoleh lebih banyak suara dibandingkan bintang Argentina, Lionel Messi. Rekan senegaranya sekaligus legenda MLS, Doctor Khumalo, menjelaskan mengapa bek berbakat berusia 20 tahun ini — yang kini tengah bertugas di Piala Dunia 2026 — telah menjadi “duta global sepak bola Afrika Selatan” dan berpotensi menjadi “salah satu pemain terbaik di dunia”.
Bintang-bintang Afrika Selatan mengejar impian Amerika di MLS
Mbokazi bukan satu-satunya pemain internasional Afrika Selatan yang bermain di Amerika Utara, atau di negara bagian Illinois. Ia bergabung dengan rekan senegaranya, Puso Dithejane, di skuad Chicago Fire. Sementara itu, Bongokuhle Hlongwane membela Minnesota United, dan Olwethu Makhanya bermain untuk Philadelphia Union.
Namun, pemain asal Hluhluwe ini adalah yang paling mencuri perhatian dalam mengejar impian Amerika. Ia tampil di liga yang juga dihuni oleh pemenang Ballon d’Or delapan kali, Lionel Messi dari Inter Miami, serta menyaksikan kedatangan bintang-bintang seperti Heung-min Son dan Thomas Muller ke Amerika Serikat.
Pemain Afrika Selatan pertama dalam 30 tahun yang masuk daftar MLS All-Star
Mbokazi menjadi pemain Afrika Selatan pertama dalam 30 tahun terakhir yang masuk daftar All-Star. Sosok yang pernah ia teladani, legenda Bafana Bafana Doctor Khumalo, menjelaskan kepada GOAL — mewakili 10bet yang menawarkan bonus taruhan Piala Dunia — mengenai arti pencapaian tersebut: “Ini pencapaian luar biasa baginya karena ini musim pertamanya bermain di MLS. Saat saya masih bermain, banyak hal telah berubah; liga ini dan standar permainannya meningkat setiap musim.”
“Sepak bola di Amerika Serikat kini lebih komersial, MLS sudah seperti merek besar; merek menarik seperti Prada, dan mereka berhasil mendatangkan nama-nama besar. Pada tahun 1996, kami juga punya pemain terkenal di MLS, seperti Carlos Valderrama, Roberto Donadoni dari Italia, dan Jorge Campos dari Meksiko, sang penjaga gawang.”
“Jadi, untuk bisa terpilih masuk tim All-Star, itu hal besar di AS. Pemain tidak dipilih sembarangan; pemilihan dilakukan berdasarkan performa, perilaku, dan kontribusi di lapangan. Dan untuknya, bisa terpilih di usia muda dan di musim pertamanya di MLS, sungguh luar biasa.”
“Ia benar-benar melampaui ekspektasi kami karena saya tidak menyangka hal ini akan terjadi. Tapi saya pikir ini hasil dari pendidikan dan kedisiplinan yang ia dapatkan di Orlando Pirates ketika masih bermain di Afrika Selatan. Ini pencapaian yang sangat membanggakan baginya.”
Mbokazi menjadi inspirasi bagi generasi muda pemain Afrika Selatan
Mbokazi memulai debut seniornya bersama Orlando Pirates sebelum pindah ke Amerika Serikat pada Desember 2025 dengan kontrak empat tahun. Kini ia menguji kemampuannya melawan para pemain ikonik, pengalaman yang akan mempercepat perkembangannya.
Saat ditanya tentang pengalamannya dan bagaimana hal itu dapat menginspirasi generasi muda pemain Afrika Selatan, Khumalo menambahkan: “Pertama-tama, dia adalah duta sepak bola Afrika Selatan karena kesuksesannya akan memotivasi para pemain muda di negara kita. Bermain melawan nama-nama besar seperti Messi dan bintang-bintang lainnya di MLS merupakan pencapaian luar biasa.”
“Melihat Mbekezeli Mbokazi saat masih di akademi Orlando Pirates, terlihat bahwa dia adalah anak muda yang sangat agresif dan penuh semangat untuk berkembang dalam permainan.”
“Saya rasa dia bukan tipe pemain yang peduli apakah lawannya bintang besar atau bukan. Dia tidak memikirkan hal itu. Dia hanya fokus bermain dengan penuh percaya diri.”
“Dia tumbuh di Zululand dan merupakan pemain yang sangat agresif. Tipe pemain yang suka berkompetisi dan tidak mau kalah dalam duel apa pun. Bisa dilihat dari tekel, perebutan bola, dan seluruh aksinya di lapangan — dia selalu ingin menjadi pemenang.”
“Saya tidak berpikir bermain melawan bintang besar adalah hal yang membuatnya tertekan. Apa pun lawannya, itulah alasan dia dijuluki TLB.”
“Di Afrika Selatan, kami memiliki sembilan provinsi dengan karakter pemain yang berbeda-beda. Mereka yang tumbuh di KwaZulu-Natal umumnya sangat kuat secara fisik, memiliki otot besar, dan tubuh yang kokoh. Itu menjadi keunggulan baginya di usia muda. Karena saat ini, banyak pemain muda di Afrika Selatan bertubuh kurus dan masih perlu pembinaan fisik.”
“Namun Mbokazi sudah memiliki fisik yang lengkap. Yang perlu dilakukan hanyalah mengasah kemampuannya, karena ini adalah pengalaman pertamanya bermain di luar negeri. Perlahan tapi pasti, ia akan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.”
Piala Dunia 2026: Afrika Selatan berjuang mencapai babak 32 besar
Mbokazi masih berpeluang membantu Afrika Selatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, meskipun mereka menghadapi tantangan berat. Kekalahan 2-0 dari tuan rumah Meksiko di laga pembuka — yang diwarnai dua kartu merah — membuat Bafana Bafana harus bekerja ekstra keras.
Mereka kemudian meraih satu poin penting setelah bermain imbang 1-1 melawan Ceko berkat penalti di menit-menit akhir, dan kini akan menghadapi Son Heung-min serta Korea Selatan di laga terakhir Grup A pada Rabu. Kemenangan dalam laga tersebut kemungkinan besar akan membawa mereka ke fase gugur dan menunda kepulangan Mbokazi ke Chicago.