TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) telah melaksanakan apel siaga bencana kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) beberapa waktu lalu.
Apel siaga tersebut digelar untuk menjamin kesiapan personil dan peralatan yang digunakan apabila terjadi Karlahut di Kabupaten Inhu.
Seperti diketahui, di Kabupaten Inhu terdapat sejumlah daerah yang rawan Karlahut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhu, Mulyadi mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya Karlahut akan dilakukan patroli di sejumlah titik rawan.
"Ada beberapa kecamatan yang merupakan daerah rawan terjadinya Karlahut, untuk itu kita petugas kita turun melakukan patroli rutin ke lokasi rawan," ujar Mulyadi.
Mulyadi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 112 personil BPBD Inhu yang disebar di lima pos. Masing-masing pos berada di lima kecamatan yang termasuk daerah rawan Karlahut, yakni Pos Peranap, Pos Pasir Penyu, Pos Rengat Barat, Pos Rengat, dan Pos Belilas.
Selain petugas BPBD Inhu, patroli juga akan melibatkan tim gabungan dari TNI Polri, Manggala Agni.
Baca juga: WFH untuk Guru di Inhu Dibatalkan, Guru PPPK Masa Kerja di Bawah Setahun Tidak Libur
Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Inhu jumlah luasan Karlahut di Kabupaten Inhu pada tahun 2026 mencapai 38,40 hektar.
Angka tersebut menurun jauh bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Tribunpekanbaru.com pada tahun 2024 terdata luasan yang terbakar di Kabupaten Inhu mencapai 710,92 hektar. Kemudian pada tahun 2025 terjadi penurunan dimana luas kebakaran hutan dan lahan yaitu 129,55 hektar.
Selain mengelar apel siaga, Pemkab Inhu juga telah menetapkan status siaga Karlahut 10 Maret 2026 hingga 30 November 2026.
(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)