TRIBUNNEWS.COM, CIKARANG - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, membuat Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar total 100 basis poin dalam kurun waktu satu bulan.
Kenaikan BI Rate pertama dilakukan pada 20 Mei 2026 sebanyak 50 bps ke angka 5,25 persen. Selanjutnya pada 9 Juni 2026 naik 25 bps menjadi 5,50 persen. Terakhir pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menaikkan 25 bps menjadi 5,75 persen.
Kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan terakhir disebut PT Astra Honda Motor (AHM) belum berdampak signifikan terhadap permintaan sepeda motor nasional.
Baca juga: Kenapa BI Naikkan Suku Bunga Lagi Jadi 5,75%?
Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan, pasar sepeda motor hingga saat ini masih menunjukkan tren positif, baik dari sisi distribusi maupun penjualan langsung ke konsumen.
"Kalau untuk market sepeda motor, sampai dengan bulan lalu itu masih ada growth dibanding tahun sebelumnya. Apalagi kalau dari sisi retail sales. Kalau data AISI kan wholesale (distribusi), masih growth. Sedangkan kalau retail, growth-nya lebih tinggi lagi sebenarnya. Jadi riil permintaan itu dibanding tahun lalu, Honda mengalami kenaikan double digit kalau retail sales," ucap Octa usai peluncuran Honda Vario Evo 160 di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center, Jl. Edelweis, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026), pukul 12.10 WIB.
Hingga saat ini, AHM terus mencermati dampak kenaikan suku bunga terhadap daya beli masyarakat. Akan tetapi, hingga sekarang penjualan sepeda motor Honda masih mencatat pertumbuhan.
"Sebenarnya kami juga mencermati dampaknya, tapi sejauh ini yang kita rasakan penjualannya masih mengalami pertumbuhan," imbuhnya.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor periode Januari-Mei 2026 mencapai 2,61 juta unit. Sementara pada periode yang sama di tahun lalu angkanya mencapai 2,59 unit. Artinya pasar masih tumbuh.
"Kalau dari data AISI kurang lebih 1,3 juta - 1,5 juta (penjualan Honda) distribusi, tetapi kalau dari riil retail di Honda ini growth-nya mungkin 10-11 persen," jelas Octa.
Pertumbuhan 10-11 persen tersebut merupakan kenaikan secara tahunan (year on year) untuk periode Januari-Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski tren penjualan masih positif, AHM belum berencana merevisi target penjualan tahun ini. Perusahaan memilih menunggu perkembangan kondisi ekonomi dan pasar dalam beberapa bulan ke depan.
"Kami belum merevisi target, karena kita masih wait and see-lah atas situasi di lapangan. Tapi kalau melihat sampai dengan per kemarin pun di bulan Juni ini, rasanya permintaan masih ada pergerakan positif untuk sepeda motor, Honda terutama ya," terangnya.