TRIBUNJAMBI.COM – Ruang Sidang Promosi Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menjadi saksi bisu lahirnya sebuah capaian monumental.
Hari ini, Rabu (24/6), Lia Nurdini resmi menyematkan gelar Doktor di depan namanya dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna 3,93.
Angka ini bukan sekadar statistik kelulusan yang mengagumkan. Lebih dari itu, raihan tersebut menjadi sebuah pesan kuat bagi seluruh masyarakat Jambi, khususnya kaum perempuan, bahwa ruang-ruang akademik tertinggi di universitas terbaik bangsa sangat terbuka untuk mereka taklukkan.
Sebagai dosen di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi (Unja), perjalanan Dr. Lia Nurdini, S.S.T., M.KM. menempuh studi doktoral dipenuhi dengan tantangan yang tidak ringan. Membagi waktu antara riset yang mendalam di bidang kesehatan masyarakat, kewajiban mengajar, dan kodrat sebagai seorang istri sekaligus ibu memerlukan energi yang luar biasa. Namun, Lia membuktikan bahwa keterbatasan peran bukanlah alasan untuk menyurutkan langkah.
Inspirasi Nyata Perempuan Jambi
Prestasi gemilang Lia Nurdini menjadi oase sekaligus cambuk motivasi bagi kaum perempuan di Provinsi Jambi. Melalui keberhasilan ini, ia berhasil mendobrak stigma lama yang sering kali membatasi ruang gerak perempuan dalam mengejar pendidikan tinggi setelah berkeluarga. Latar belakang pendidikannya yang dimulai dari jalur vokasi (S.S.T) hingga puncaknya meraih gelar doktor di UI menunjukkan bahwa ketekunan, konsistensi, dan disiplin tinggi mampu membawa putra-putri daerah bersaing dan bersinar di tingkat nasional.
"Pendidikan tinggi bagi seorang perempuan bukan untuk menyaingi siapa pun, melainkan untuk membangun peradaban keluarga dan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan cerdas," tutur Lia merefleksikan perjuangan akademiknya.
Muhamad Zen: Sang Jangkar dan Sayap Pendukung
Di balik senyum bahagia Dr. Lia saat menerima ucapan selamat, ada satu sosok tangguh yang tak lepas dari sisinya. Ia adalah sang suami, Muhamad Zen. Pengusaha yang juga Politikus muda Partai Demokrat Jambi ini menjadi jangkar emosional dan support system utama sepanjang perjalanan akademik Lia yang menguras energi.
Bagi Zen, mendukung karier dan pendidikan istri bukanlah sebuah pilihan, melainkan komitmen suci sejak awal pernikahan. Ditengah kesibukannya yang padat dalam menakhodai bisnis dan aktivitas politiknya, Zen selalu berusaha meluangkan waktu untuk memastikan sang istri mendapatkan ruang terbaik untuk belajar, meneliti, dan terus berkembang.
Keberhasilan meraih IPK 3,93 ini menjadi buah dari sinergi yang indah di dalam rumah tangga mereka. Ketika seorang suami berjiwa besar memberikan karpet merah bagi istrinya untuk terbang tinggi menggapai mimpi, maka prestasi yang lahir pun akan berdampak luas bagi kemaslahatan masyarakat.
Pulang untuk Mengabdi
Sidang terbuka telah usai, buket bunga dan untaian ucapan selamat dari kolega terus mengalir memenuhi pelataran kampus UI Depok. Namun bagi Dr. Lia Nurdini, perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Ia bersiap kembali ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah membawa lentera ilmu mutakhir yang ia timba dari FKM UI.
Di bawah dukungan penuh sang suami dan universitas tempatnya bernaung, Dr. Lia Nurdini kini siap mendedikasikan energinya untuk mengurai berbagai persoalan kesehatan masyarakat di daerah. Ia telah menginspirasi lewat jalur akademik, dan kini saatnya menginspirasi melalui aksi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jambi.