TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebut Indonesia kini punya sekitar 221 juta pengguna internet atau lebih dari 80 persen dari total populasi.
Meski demikian, tingginya akses internet belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemerataan manfaat ekonomi digital di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kemkomdigi Raden Wijaya Kusumawardhana dalam Cita Loka Fest 2026 yang diselenggarakan Tribun Network di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta, Rabu (24/06/2026).
"Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 221 juta pengguna internet atau lebih dari 80 persen dari populasi. Ini menunjukkan akses digital terus berkembang dan menjangkau semakin banyak masyarakat," kata Raden.
Ia menjelaskan tingkat penetrasi internet di sejumlah wilayah Indonesia sudah cukup tinggi.
Di Pulau Jawa penetrasi internet mencapai sekitar 83 persen, Sumatera 70 persen, Kalimantan 77 persen, Sulawesi 68 persen, Bali-Nusa Tenggara 71 persen, serta Papua 69 persen.
Namun, tingginya akses internet belum sepenuhnya menghasilkan nilai tambah ekonomi yang merata di seluruh wilayah.
Raden mengungkapkan kontribusi ekonomi digital masih didominasi Pulau Jawa yang mencapai sekitar 57,8 persen.
Sementara Sumatera berkontribusi sekitar 21 persen, Kalimantan 6 persen, Sulawesi 6,5 persen, Bali-Nusa Tenggara sekitar 5 persen, dan Papua berada di angka 3,7 persen.
"Artinya, akses yang sudah diberikan, literasi yang sudah dijalankan, tapi belum semuanya bisa diabsorpsi menjadi nilai tambah bagi setiap daerah. Ini yang harus menjadi tantangan yang harus kita cermati," ujarnya.
Menurut Raden, pembangunan infrastruktur digital saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital di daerah.
Ia menilai masyarakat juga perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Baik untuk pendidikan maupun kegiatan ekonomi.
Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan literasi digital dan pengembangan ekonomi digital.
Hal itu agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
"Karena itu, fokus transformasi digital ke depan bukan hanya memperluas akses internet tetapi bagaimana bisa meningkatkan literasi digital serta menciptakan peluang ekonomi digital yang lebih merata di seluruh daerah," ucap Raden.
Sebagai informasi, Tribun Network bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri menggelar Cita Loka Fest 2026.
Kegiatan ini mempertemukan antara stakeholder yang terkait dengan inovasi dalam pemberdayaan berbasis daerah.