TRIBUNNEWS.COM - Marc Marquez datang ke MotoGP Belanda 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil meraih dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Republik Ceko.
Kemenangan di Balaton Park dan Brno membuat pembalap Ducati tersebut kembali masuk dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini.
Marquez bahkan sukses memangkas jarak poin dari pemuncak klasemen sementara Marco Bezzecchi dari 102 angka menjadi hanya 40 poin saja.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak mulai bertanya kapan Baby Alien akan benar-benar menyalakan mode menyerangnya.
Uniknya, MotoGP Belanda 2026 tak masuk dalam rencana Marquez. Dia menyebut Sachsenring jadi target awalnya.
Marquez justru menyebut MotoGP Jerman di Sachsenring sebagai tempat yang ingin dijadikannya sebagai awal dari mode menyerang tersebut.
"Saya berharap setelah jeda musim panas. Tentu saja Sachsenring adalah sirkuit tempat saya ingin mulai menyerang," kata Marquez melansir Crash.
"Namun setelah jeda musim panas, saya berharap bisa melakukannya," sambungnya lagi.
"Saya tidak bisa mengatakan saya yakin, tetapi saya berharap memiliki kondisi fisik yang cukup baik untuk membalap sesuai dengan keinginan saya," tambahnya.
Setelah seri Belanda selesai digelar akhir pekan ini, kalender MotoGP memang akan langsung berlanjut menuju Sachsenring pada 10 hingga 12 Juli mendatang.
Sirkuit tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling bersahabat bagi Marquez sepanjang kariernya di MotoGP.
Baca juga: MotoGP Belanda 2026 Akhir Pekan Ini: Marquez vs Bezzecchi, Selisih 40 Poin Jadi Taruhan
Setelah balapan di Jerman, para pembalap akan memasuki jeda musim panas sebelum kembali berlaga di Silverstone pada awal Agustus mendatang.
Jeda tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan fisik Marquez agar semakin mendekati kondisi terbaiknya.
Meski belum mengaktifkan mode menyerang sepenuhnya, bukan berarti Marquez akan menjalani MotoGP Belanda 2026 dengan santai.
Ada satu alasan yang membuat para rival tetap harus waspada terhadap ancaman dari pembalap berusia 33 tahun tersebut.
Marquez datang ke Assen dengan status sebagai juara bertahan MotoGP Belanda.
Pada musim lalu, Marquez berhasil menyapu bersih kemenangan sprint race dan balapan utama di Sirkuit Assen.
Catatan tersebut membuat peluang Marquez untuk kembali berjaya di Belanda tetap terbuka lebar.
Meski demikian, Marquez mengakui dirinya masih belum mampu memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya saat ini.
"Hari ini pada bagian akhir balapan, motor sebenarnya mampu melaju lebih cepat," papar Marquez.
"Hanya saja saya tidak mampu mendorong hingga batas maksimal," lanjutnya.
Marquez juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya saat ini justru datang dari sisi mental dibandingkan fisik.
"Saat ini tantangannya lebih berat secara mental dibandingkan fisik dalam cara saya menjalani akhir pekan balapan," ujar Marquez.
"Terutama pada hari Jumat yang sangat sulit karena saya harus pelan selama tiga lap, kemudian menyerang satu lap, lalu pelan lagi selama tiga lap," jelasnya.
"Itu sangat menguras mental untuk menjaga konsentrasi dan menemukan titik referensi di lintasan," sambung Marquez.
Karena itulah MotoGP Belanda 2026 kemungkinan masih menjadi ajang pengumpulan poin bagi Marquez sebelum benar-benar melancarkan serangan besar di Sachsenring dan Silverstone.
Namun dengan statusnya sebagai juara bertahan di Assen, bukan tidak mungkin mode menyerang tersebut justru muncul lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.
(Tribunnews.com/Niken)