Unjuk Rasa Mahasiswa Diwarnai Aksi Saling Dorong dengan Aparat di Jakarta Pusat
Ferdinand Waskita Suryacahya June 24, 2026 08:07 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Cipayung Jakarta Barat menggelar unjuk rasa mengkritik sejumlah program dan kebijakan pemerintah di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Rabu (24/6/2026). 

Pantauan TribunJakarta.com, aksi unjuk rasa diikuti puluhan peserta, mereka dikawal ketat aparat kepolisian. 

Aksi unjuk rasa ini juga mengakibatkan pihak kepolisian menutup ruas Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah ke Gambir. 

Massa berdiri di hadapan barikade Polisi yang memasang pagar besi, mobil komando silih berganti menjadi panggung orasi perwakilan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung. 

Di tengah orasi, ketegangan sempat terjadi antara massa dengan aparat kepolisian. Hal ini dipicu karena mahasiswa hendak membakar banner. 

Kepolisian langsung berusaha memadamkan, merebut banner hingga menyemprotkan APAR ke arah mahasiswa hingga terjadi aksi saling dorong. 

KETEGANGAN MASSA AKSI - Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cipayung Jakarta Barat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sempat diwarnai ketegangan dengan aparat, Rabu (24/6/2026).
KETEGANGAN MASSA AKSI - Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cipayung Jakarta Barat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sempat diwarnai ketegangan dengan aparat, Rabu (24/6/2026). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Barat, Robertus Juan Pratama mengatakan, pihaknya menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian.

Juan menjelaskan, sejak awal aksi digelar, kepolisian sudah merebut ban yang dibawa mahasiswa. 

"Tadi sangat kami sayangkan, ada anggota kami dari Cipayung Jakarta Barat, kalau enggak salah dari eh PMII Jakarta Barat dan juga GMNI, ada yang terkena jambakan. Ada yang terkena juga eh siraman dari eh pemadaman itu," kata Juan.

Tindakan yang dilakukan kepolisian saat mengawal aksi mahasiswa ini lanjut dia, merupakan cermin menurunkan tingkat pelayanan Polri kepada masyarakat. 

"Represifitas Polri hari ini meningkat tajam. Dan eh menjelang HUT Bhayangkara ini, bisa dipastikan bahwa Polri menurunkan kualitas pelayanan publiknya," tegas dia. 

Berita Lainnya

  • Baca juga: Wakil Rektor Deteksi Awal Mula Demo Bayaran Terbongkar: Ketua BEM FH UBK Langgar Komitmen

  • Baca juga: UBK Bicara Dugaan Ketua BEM Terima Uang Jelang Demo, Terkuak Aliran Rp 20 Juta dari Oknum Polisi

  • Baca juga: DPN KNARA Gelar 2 Demo di Jakarta Hari Ini, 1.273 Polisi Diterjunkan Mengawal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.