Pengalaman mencicipi es krim premium yang seharusnya istimewa berubah jadi hal tak terduga. Pria ini sudah mengeluarkan uang Rp 40 ribu untuk beli es krim, tetapi isinya secuil!
Mendengar kata 'premium' banyak orang akan langsung berekspektasi jika makanan yang mereka beli berkualitas tinggi dengan porsi yang sepadan dengan harga. Sayangnya, kata-kata 'premium' belum tentu menjamin hal tersebut.
Makanan premium yang dibeli bisa saja malah memiliki tampilan, rasa, dan porsi yang tidak terduga, seperti dialami oleh seorang pria di Singapura bernama Dan.
Pengalaman buruknya diawali dengan Dan yang membeli satu cup es krim kelapa premium di supermarket FairPrice Clarke Quay, Singapura. Ia membeli es krim tersebut di tanggal 19 Juni dengan harga promosi sebesar S$2,90 atau sekitar Rp 40.114 untuk satu sendok (scoop). Tadinya harga asli sebelum promosi adalah S$6,80 (Rp 94.042), lapor mothership.sg (21/6).
Dalam spanduk promosi juga ada gambar satu scoop es krim. Tetapi memang diberi keterangan jika gambar tersebut hanya bagian dari ilustrasi, bukan gambar asli.
Begini tulisan dalam promosi es krim kelapa premium tersebut. Foto: mothership.sg / Don
|
Melihat promosi dan iming-imingan kata 'premium', Dan mungkin memiliki ekspektasi tinggi. Sayangnya, es krim yang disajikan jauh berbeda dari apa yang dipromosikan.
Di dalam cup cokelat, memang ada es krim kelapa yang disajikan. Tetapi porsinya terlihat sangat sedikit, seolah diambil dengan satu sendok makan, bukan satu sendok es krim. Dan paham jika foto-foto di menu hanya ditampilkan sebagai ilustrasi, tetapi seharusnya tidak jauh berbeda.
Usai mendapat es krim secuil itu, Dan membuat laporan ke manajer toko. Untungnya manajer bersikap sigap dengan mengambil foto bukti es krim pesanan Dan. Mereka juga akan memberitahu operator gerai tersebut.
Namun, yang didapat oleh pria tersebut hanya secuil es krim seperti ini. Foto: mothership.sg / Don
|
Dan lalu menindaklanjuti keluhannya ke customer service FairPrice. Untungnya prosesnya berjalan dengan cepat. FairPrice telah menghubungi Dan untuk menawarkan pengembalian dana penuh. Sejak insiden tersebut, promosi es krim tersebut juga dihentikan.
FairPrice juga mengaku akan bekerja sama ketat dengan vendor untuk meninjau ukuran porsi dan materi promosi guna memastikan semuanya akurat dan mencerminkan apa yang disajikan ke pelanggan.







