TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat pemanfaatan Rumah Data Kependudukan (RDK) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah (Disdukcapil KB) Sulut, Christodharma S.M. Sondakh, saat membuka Rapat Koordinasi Advokasi dan Sosialisasi Pembentukan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB secara virtual, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh ketersediaan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
"Rumah Data Kependudukan harus menjadi pusat data dan informasi pembangunan yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pembangunan keluarga hingga percepatan penurunan stunting," ujar Tahlis Gallang dalam isi sambutan yang dibacakan Kadisdukcapil KB Sulut, Christodharma S.M. Sondakh, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, Rumah Data Kependudukan tidak hanya berfungsi mendukung Program Bangga Kencana, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan berbasis data di tingkat desa, kelurahan, kabupaten/kota, maupun provinsi.
Rapat koordinasi tersebut turut menghadirkan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, yang memaparkan materi bertajuk Rumah Data, Pondasi Perencanaan Keluarga Berkualitas.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil KB Sulut, Christodharma S.M. Sondakh, menjelaskan pentingnya data berkualitas melalui materi Mewujudkan Perencanaan dan Pembangunan yang Tepat Sasaran Melalui Data Berkualitas di Rumah DataKu Kampung KB.
Peserta juga mendapatkan paparan praktik baik pengelolaan Rumah DataKu Kampung KB dari Lurah Pangolombian, Kota Tomohon.
Dalam presentasinya dijelaskan berbagai inovasi pengelolaan data kependudukan, pembangunan keluarga, perlindungan keluarga hingga pemetaan potensi wilayah yang dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pembangunan di tingkat kelurahan.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Sulut berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjadikan Rumah Data Kependudukan sebagai pusat data pembangunan berbasis masyarakat.
Dengan data yang valid dan terintegrasi, program pembangunan diharapkan semakin tepat sasaran, efektif, serta mampu mendukung terwujudnya Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Ren)
Baca juga: Presiden Prabowo Sapa Gubernur YSK, Provinsi Sulut Pecahkan Rekor PENAS KTNA XVII