Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Boyolali menunjukkan ketimpangan sebaran peserta didik.
Dari total 52 SMP negeri, hanya 20 sekolah yang berhasil memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Sebaliknya, sebanyak 32 SMP negeri lainnya masih belum mencapai daya tampung yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, menyebut jumlah kekurangan siswa di puluhan sekolah tersebut mencapai ribuan orang.
"Kalau ditotal, masih membutuhkan 1.561 murid untuk memenuhi seluruh daya tampung yang tersedia," kata Kuncoro saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (24/6/2026).
Dari seluruh sekolah yang belum memenuhi kuota, SMP Negeri 3 Sawit menjadi sekolah dengan kekurangan siswa paling banyak.
Sekolah yang berada di Desa Bendosari, Kecamatan Sawit, itu masih membutuhkan 112 siswa dari total daya tampung 256 murid.
Sementara itu, kekurangan siswa paling sedikit terjadi di SMP Negeri 1 Nogosari yang hanya membutuhkan tambahan empat murid untuk memenuhi kuota.
Baca juga: 90 Lulusan SD di Boyolali Belum Daftar Sekolah, Disdikbud Buka Pintu Lewat SPMB Gelombang Kedua
Kuncoro menjelaskan kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi jumlah lulusan SD yang tidak sebanding dengan kapasitas SMP negeri di sejumlah wilayah.
Fenomena itu terlihat di Kecamatan Sawit.
Selain SMPN 3 Sawit, SMP Negeri 1 Sawit masih kekurangan 24 siswa dan SMP Negeri 2 Sawit kekurangan 109 siswa.
"Ya karena jumlah lulusan di sana (Kecamatan Sawit) sebanyak 217 siswa," ujarnya.
(*)