H-1 Penutupan SPMB, Pendaftar Tembus 1.000 Orang di SMKN 1 Tanjung Selor
Cornel Dimas Satrio June 24, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Satu hari menjelang penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Tanjung Selor menunjukkan lonjakan yang sangat tinggi.

Sekolah kejuruan favorit di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara ini kembali menjadi buruan utama para lulusan SMP.

Meski pihak sekolah hanya menyediakan kuota sebanyak 324 siswa baru, jumlah pendaftar yang masuk saat ini telah menembus angka sekitar 1.000 calon murid. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari total daya tampung yang tersedia.

Proses pendaftaran tingkat SMA/SMK/MA sendiri telah dimulai sejak 17 Juni 2026 dan akan resmi berakhir besok, Kamis, 25 Juni 2026, khususnya untuk Jalur Reguler bagi SMK dan Jalur Domisili bagi SMA.

24062026 SPMB SMKN 1 Tanjung Selor 01
SPMB - Panitia SPMB SMKN 1 Tanjung Selor bersiap melayani pendaftar, Rabu (24/6/2026). Kuota hanya 324 kursi, namun pendaftar SMKN 1 Tanjung Selor menjelang penutupan SPMB sudah membeludak hingga menembus 1.000 orang.

Baca juga: Awal Juni Disdikbud Kaltara Laksanakan Uji Coba Website SPMB 2026, Sempat Ditutup Ada Gangguan

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMKN 1 Tanjung Selor, Ahmad Winarno, mengatakan tingginya animo masyarakat menunjukkan sekolah ini masih menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya.

"Animo masyarakat memang masih sangat tinggi terhadap SMKN 1 Tanjung Selor. Tahun ini pendaftar yang masuk sekitar seribuan, sedangkan kuota yang tersedia hanya 324 siswa," ujarnya saat ditemui TribunKaltara.com.

Sisa Kuota Jalur Domisili Dialihkan ke Jalur Reguler

Dalam proses SPMB tahun ini, pihak sekolah menerapkan beberapa jalur penerimaan resmi, mulai dari jalur afirmasi, domisili terdekat, hingga jalur reguler yang didasarkan pada prestasi serta nilai akademik.

Untuk jalur afirmasi dan domisili terdekat, sekolah mengalokasikan kuota sekitar 40 persen dari total daya tampung.

Namun, menjelang penutupan SPMB, ada strategi pengalihan kuota yang dilakukan pihak sekolah karena beberapa konsentrasi keahlian belum memenuhi batas maksimal.

"Khusus untuk jurusan baru seperti Batik dan Tekstil, kuota afirmasi dan domisilinya belum terpenuhi maksimal. Akhirnya kuota tersebut kami tambahkan ke jalur reguler," jelas Ahmad Winarno.

Dari 9 konsentrasi keahlian yang tersedia, terdapat tiga jurusan lama yang masih menjadi primadona dan paling banyak diminati calon murid baru.

Di sisi lain, pihak sekolah juga terus mengenalkan jurusan-jurusan baru kepada masyarakat agar lebih dikenal dan diminati.

"Kalau jurusan baru memang perlu waktu. Masyarakat mungkin belum begitu memahami prospek dan kompetensi yang dipelajari di jurusan tersebut," katanya.

Sistem Terintegrasi Dapodik dan Pengawalan Transparansi

Pelaksanaan pendaftaran tahun ini berjalan lebih modern karena sudah menggunakan sistem berbasis online yang terintegrasi langsung dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Saat calon murid memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), sistem secara otomatis akan menampilkan data sekolah asal, nilai, hingga berbagai informasi pendukung lainnya.

"Begitu memasukkan NISN, data langsung terbaca sistem. Jadi hampir sama seperti seleksi masuk perguruan tinggi karena terhubung dengan database yang sudah ada," ujarnya.

Meskipun sudah serbadigital, sekolah tetap menyiagakan layanan bantuan (helpdesk) secara tatap muka.

Layanan ini disediakan untuk membantu para orang tua atau calon murid yang mengalami kendala teknis atau keterbatasan akses internet, terutama yang berasal dari daerah pelosok.

"Kami tetap memberikan pelayanan kepada calon murid baru. Ada helpdesk yang siap membantu dan memberikan informasi terbaru terkait proses pendaftaran," ungkapnya.

Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan kursi yang tersisa, Ahmad Winarno menegaskan pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Tanjung Selor dilakukan secara transparan dan dijamin bersih dari praktik curang.

Pihak sekolah bahkan telah mengingatkan seluruh panitia agar tidak melakukan tindakan yang mengarah pada gratifikasi maupun pungutan liar.

"Kami sudah sampaikan kepada seluruh panitia, tidak ada jual kursi, jual jendela, jual apa pun. Semua murni berdasarkan aturan dan hasil seleksi yang dilakukan sistem," tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh calon murid memiliki kesempatan yang sama untuk diterima selama memenuhi persyaratan dan mampu bersaing berdasarkan nilai, prestasi maupun ketentuan jarak domisili yang berlaku.

"Kami ingin masyarakat percaya bahwa proses ini berlangsung jujur dan adil. Semua peserta berkompetisi sesuai aturan yang sudah ditetapkan," pungkasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.