– Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didesak untuk segera melakukan klarifikasi resmi terkait pengakuan mengejutkan seorang oknum mahasiswa yang menerima sejumlah uang suap untuk membatalkan aksi demonstrasi. Desakan tersebut disampaikan langsung oleh pengamat politik nasional, Ray Rangkuti, pada Rabu (24/6/2026).
Ray Rangkuti mendesak Wapres Gibran untuk mengklarifikasi peristiwa kelam itu lantaran tindakan elit kekuasaan dinilai telah mengajarkan kepada generasi muda bagaimana nilai moral tidak lebih berharga dari sekadar materi atau uang. Ia menegaskan bahwa masyarakat luas sangat pantas merasa marah atas munculnya pengakuan mahasiswa yang rela menerima uang pelicin agar mengurungkan niat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar lingkungan Istana.
Uang suap itu diberikan dengan syarat utama agar kelompok mahasiswa mengurungkan niat mereka untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Namun, arahan dari oknum tersebut tidak diikuti oleh para mahasiswa, di mana mereka tetap memilih turun ke jalan menggelar aksi di sekitar Istana sesuai dengan rencana awal. Pasca-aksi tersebut, perwakilan mahasiswa kemudian diterima langsung oleh Gibran masuk ke dalam Istana untuk melakukan audiensi.
Menurut pandangan Ray Rangkuti, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi Wapres Gibran untuk buka suara memberikan penjelasan transparan atas informasi sensitif yang kini sudah terlanjur terbuka ke ruang publik. Selain Gibran, institusi kepolisian juga didesak keras untuk segera memberikan penjelasan resmi dan menyeluruh ke hadapan publik.
Desakan terhadap Korps Bhayangkara tersebut dilayangkan karena instansi kepolisian disebut-sebut ikut terseret sebagai fasilitator utama dalam pemberian uang suap terhadap mahasiswa. Ray Rangkuti menambahkan, pengakuan jujur dari mahasiswa tersebut secara tidak langsung justru memberikan jawaban atas tuduhan miring selama ini yang menyebut aksi demo mengkritik pemerintah selalu didanai oleh pihak-pihak tertentu.
# viral # viraldimediasosial # viralvideo # gibranrakabuming # wapresgibran # mahasiswa # demo # pendemo # bemubk #