BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Basaibu Wiki-Kalimantan mengegelar Dialog Kebijakan #1 Isu NEET Kada Singgawian di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula BPMB Kalsel ini mempertemukan sejumlah kalangan mulai anak muda dari pelajar dan mahasiswa, intansi kunci, guru, akademisi, komunitas, media dan pemenang Wikithon.
Kalimantan Local Program Director Basa Kalimantan Wiki, Hudan Nur, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setelah pihaknya menggelar kegiatan lomba menulis yang diikuti ratusan peserta beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan istilah NEET merujuk pada fenomena global yang mencakup individu yang tidak berpendidikan (Not in Education), tidak bekerja (Not in Employment) dan tidak mendapatkan pelatihan atau keterampilan (Not in Training).
Baca juga: Sekolah Pinggiran di Banjarbaru Sepi Peminat, SMPN 12 Banjarbaru Baru 27 Pendaftar Calon Siswa
Menurutnya, fokus utama program ini adalah mengubah pola pikir pemuda agar lebih proaktif dalam mencari kesempatan dan mengembangkan keterampilan diri daripada hanya mengeluhkan keterbatasan lapangan kerja.
“Dengan adanya kegiatan ini, ada salah satu pemenang yang mencoba membuat tantangan bagi dirinya sendiri untuk membuat program agar anak muda ikut salah satu pelatihan yang ia buat. Dan tujuannya, pelatihan itu memberikan kemampuan soft skill kepada para pesertanya,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan akan dihasilkan rekomendasi kebijakan atau inisiatif baik yang dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak pemerintah daerah atau lembaga terkait dalam penanganan NEET di Kalsel.
Selain itu, diharapkan juga terbentuknya jejaring kolaboratif antara peserta, komunitas, lembaga pendukung, dan pemerintah untuk peduli terhadap kasus NEET.
Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Banjarbaru Kalsel, Rabu 24 Juni 2026, 34 Wilayah Berpeluang Mati Lampu
Di sisi lain, Asisten I Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengapresiasi platform Wiki Bahasa Ibu yang menyediakan wadah bagi anak muda untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat mengenai isu pembangunan di Indonesia, khususnya terkait isu NEET ini.
Upaya tersebut dianggap sebagai keberhasilan dalam sistem pendidikan untuk mencetak generasi muda yang kritis.
“Ini luar biasa, mudah-mudahan memang pemuda kita terus memberikan pemikiran, pendapatnya, ekspresinya, tidak berdiam diri terhadap persoalan pembangunan yang ada di Indonesia,” sebutnya.(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)