Nenek Tukiyem Pilih Maafkan Oknum Lurah di Bengkulu Pakai KK-nya Demi SPMB hingga Bansos Terblokir
Hendrik Budiman June 24, 2026 10:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Nenek Tukiyem akhirnya angkat bicara terkait dugaan penyalahgunaan kartu keluarga (KK) miliknya oleh oknum lurah di Bengkulu untuk keperluan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang berdampak pada terblokirnya bantuan sosial yang diterimanya.

Meski sempat mengalami kesulitan akibat persoalan tersebut, perempuan lanjut usia itu mengaku memilih memaafkan dan berharap masalah serupa tidak terulang.

Sebelumnya nenek Tukiyem, warga Kelurahan Padang Jati, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, viral lantaran ada oknum lurah yang sempat memasukkan anaknya ke dalam Kartu Keluarga (KK) miliknya hingga berdampak pada terputusnya bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi pun mendatangi kediaman Tukiyem pada Selasa (23/6/2026) untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan pemulihan hak-haknya.

"Kita datang ke rumah Mbah Tukiyem. Mbah ini yang kemarin sempat viral karena di KK-nya ditumpangi ada anak ASN, dampaknya hak PKH Mbah ini terhapus. Maka hari ini saya selaku Wali Kota minta maaf kepada Mbah Tukiyem karena dampak dari KK-nya ditumpangi tersebut PKH-nya diputus," ujar Dedy, Selasa (23/6/2026).

Selain menyampaikan permintaan maaf, Pemerintah Kota Bengkulu juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dari Dinas Sosial dan Baznas serta uang santunan.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu juga menanggung biaya kontrakan Tukiyem selama tiga bulan ke depan.

Tukiyem menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bengkulu dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota beserta seluruh jajarannya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga kebaikan bapak-bapak sekalian dibalas oleh Allah SWT," tuturnya.

Pernyataan itu disampaikan Tukiyem setelah menerima bantuan dari berbagai pihak menyusul viralnya kasus yang menimpanya.

"Saya sudah memaafkan Bu Lurah dengan tulus. Apa yang sudah terjadi, biarlah berlalu. Sekarang saya bersyukur karena ternyata masih banyak orang baik yang peduli dengan nasib saya," ujar Tukiyem, dikutip media center Pemkot Bengkulu.

Lurah Dibebastugaskan

Menurut Dedy, hasil pemeriksaan menunjukkan tindakan yang dilakukan oknum lurah tersebut telah berdampak pada terganggunya hak warga yang seharusnya menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil langkah tegas dengan membebastugaskan yang bersangkutan dari jabatannya.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengunjungi kediaman Tukiyem (74) di Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, Senin (22/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dedy menyampaikan permohonan maaf atas terputusnya bantuan PKH yang dialami lansia tersebut akibat permasalahan oknum lurah serta memastikan proses pengaktifan kembali bantuan sosial yang menjadi haknya
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengunjungi kediaman Tukiyem (74) di Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, Senin (22/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dedy menyampaikan permohonan maaf atas terputusnya bantuan PKH yang dialami lansia tersebut akibat permasalahan oknum lurah serta memastikan proses pengaktifan kembali bantuan sosial yang menjadi haknya (TribunBengkulu.com/Jiafni Rismawarni)

Ia menegaskan seorang ASN wajib mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dalam menjalankan tugas, bukan kepentingan pribadi.

"Ini pelanggaran disiplin sebagai ASN. Sebagai aparatur negara harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara daripada kepentingan pribadi," ujarnya.

Sanksi yang diberikan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menegakkan disiplin aparatur sekaligus merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan persoalan tersebut ditindaklanjuti secara serius.

Hak Tukiyem Dipastikan Tak Hilang

Selain memberikan sanksi kepada oknum lurah, Dedy memastikan Pemerintah Kota Bengkulu juga bergerak untuk memulihkan hak Tukiyem sebagai penerima bantuan sosial.

Saat ini, proses pengaktifan kembali bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sedang dilakukan melalui kementerian terkait.

"Sesegera mungkin haknya akan kita kembalikan. Selama PKH belum aktif kembali, InsyaAllah akan dibantu melalui bansos sehingga haknya tidak terganggu," kata Dedy.

Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf
Dedy juga menyampaikan permintaan maaf kepada Tukiyem dan masyarakat Kota Bengkulu atas kejadian tersebut.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Bengkulu agar seluruh aparatur dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena ada aparatur kami yang bertindak tidak profesional. Namun kami sudah mengambil tindakan dan memberikan sanksi. Ini bentuk komitmen kami dalam merespons suara masyarakat," tutupnya.

Lurah GU Minta Maaf

Setelah viral di media sosial, akhirnya oknum lurah berinisial GU ini mendatangi rumah nenek Tukiyem untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, pada Sabtu (20/6/2026).

Dalam pertemuan itu dihadiri oleh oknum lurah berinisial GU, Bhabinkamtibmas, pihak Kecamatan Ratu Samban, Lurah Padang Jati, Ketua RT 11 tempat nenek Tukiyem.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Tukiyem dan keluarga, serta menyatakan siap mengganti atau menalangi bantuan sosial (bansos) yang tidak lagi diterima lansia tersebut akibat perubahan data kependudukan.

GU mengaku akan memberikan bantuan dengan nominal yang sama seperti bansos yang sebelumnya diterima Tukiyem, yakni sebesar Rp1,2 juta.

“Untuk bansosnya saya sendiri yang akan menalangi. Yang terhambat kemarin sudah saya berikan. Kemudian untuk bulan berikutnya, saya masih akan menalangi sampai nama Budhe kembali mendapatkan bansos,” kata GU saat diwawancarai di rumah nenek Tukiyem, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan nominal yang biasa diterima Tukiyem dari program bantuan sosial pemerintah.

“Sama dengan jumlah bansos yang Budhe dapat, yaitu Rp1,2 juta,” ujarnya.

Meski mengakui memasukkan anaknya ke dalam kartu keluarga (KK) milik Nenek Tukiyem untuk keperluan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bengkulu, oknum lurah tersebut menyebut upaya itu belum membuahkan hasil.

Anak keduanya yang sedang mengikuti proses penerimaan siswa baru tingkat SMA hingga kini belum memperoleh sekolah tujuan, termasuk melalui jalur domisili.

“Belum dapat sekolah sampai sekarang. Jalur domisili juga belum berhasil. Kartu keluarga yang sebelumnya digunakan juga sudah dikeluarkan kembali, sehingga saat ini kami masih menunggu proses selanjutnya,” kata GU.

Sang anak hingga kini disebut belum mendapatkan sekolah, sementara kasus yang berdampak pada terblokirnya bantuan sosial milik Tukiyem itu terus menjadi sorotan dan menuai berbagai tanggapan.

Oknum lurah berinisial GU mengaku anak keduanya hingga kini belum mendapatkan sekolah tingkat SMA.

GU mengatakan anaknya mengalami tekanan psikologis setelah kasus tersebut viral di berbagai platform media sosial.

“Anak saya sekarang terkena dampak secara mental dan psikologis. Untuk keluar rumah saja terkadang tidak berani karena kasus ini sudah viral di mana-mana, baik di TikTok maupun Facebook,” ujar GU saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (20/6/2026).

Di tengah persoalan tersebut, GU mengaku harus tetap memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia memiliki empat orang anak dengan kondisi pendidikan yang berbeda-beda.

Anak pertamanya saat ini sedang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Sementara anak keduanya masih berupaya mendapatkan sekolah tingkat SMA.

Sedangkan dua anak lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Selain itu, GU menyatakan akan membantu kebutuhan Nenek Tukiyem selama bantuan sosial yang bersangkutan belum kembali diterima.

Menurutnya, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan nominal bansos yang sebelumnya diterima Tukiyem.

“Untuk bantuan sosial yang terhambat kemarin sudah saya berikan. Untuk bulan berikutnya, saya masih akan membantu sampai nama Budhe kembali mendapatkan bantuan sosial. Nilainya sama seperti bantuan yang biasa diterima, yaitu Rp1,2 juta,” ungkapnya.

GU juga berharap hubungan baik dengan Tukiyem tetap terjalin meski persoalan tersebut telah menjadi perhatian publik.

“Saya berharap ke depan silaturahmi bisa terjalin lebih baik lagi. Kalau ada rezeki, saya ingin membantu Budhe,” tuturnya.

Dinsos Akan Ajukan Ulang Penerimaan Bansos

Dinas Sosial Kota Bengkulu, mengusulkan kembali nama nenek Tukiyem (74) untuk menerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah.

Setelah sebelumnya, kartu keluarga (KK) milik nenek Tukiyem dimanfaatkan oleh oknum lurah di Kota Bengkulu untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah tingkat SMA di kawasan Jalan Mahoni, Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita saat dihubungi TribunBengkulu.com di Bengkulu mengatakan pihak nya sudah kembali mengajukan nama nenek Tukiyem untuk menerima bantuan sosial (Bansos).

"Nama nenek Tukiyem sudah kembali kami ajukan untuk menerima bantuan seperti biasanya," ungkap Afriyenita saat dihubungi TribunBengkulu.com, Sabtu (20/6/2026).

Saat ditanya soal tindakkan yang dilakukan oleh oknum lurah teraebut, Afriyenita menjelaskan perbuatan itu tidak boleh dilakukan, apalagi sampai membuat orang lain tak menerima haknya.

 Pihaknya juga sudah memanggil oknum lurah tersebut untuk bertanggungjawab atas perbuatannya terhadap nenek Tukiyem.

"Kita juga sudah panggil Oknum lurah ini untuk bertanggungjawab atas kejadian ini, yang penting sekarang nama nenek Tukiyem sudah diusulkan kembali menerima bantuan dari pemerintah," jelas Afriyenita.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.