TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara mulai mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional PBTI Series 2 Nusantara cabang olahraga Para Taekwondo yang akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 3–5 Juli 2026. Sebanyak tujuh atlet dipastikan dipersiapkan untuk tampil pada ajang nasional tersebut. Mereka merupakan atlet yang sebelumnya telah mengikuti sejumlah kejuaraan nasional, ditambah satu atlet muda yang akan menjalani debutnya demi menambah pengalaman bertanding.
Ketua Umum NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan agenda resmi Taekwondo Indonesia (TI) yang di dalamnya mempertandingkan nomor Para Taekwondo. "Memang kejuaraan ini diselenggarakan oleh Taekwondo Indonesia dan di dalamnya ada pertandingan Para Taekwondo yang berlangsung pada 3-5 Juli di Bandung," ujar Alan kepada Tribun Medan, Rabu (24/6).
Alan menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama tim pelatih, NPC Sumut akan mengirim tujuh atlet yang terdiri dari lima atlet putra dan dua atlet putri. Menurutnya, sebagian besar atlet yang diberangkatkan merupakan atlet yang sebelumnya telah tampil pada Kejuaraan Taekwondo Pancasila Cup 2 yang memperebutkan Piala Reda Manthovani di Jakarta. Selain itu, NPC Sumut juga memberikan kesempatan kepada satu atlet putri muda, Siti Rizqiyah Ananda, untuk menambah jam terbang di level nasional. "Atlet yang berangkat sebagian besar merupakan atlet yang juga tampil di kejuaraan Jakarta. Kita juga memberikan kesempatan kepada satu atlet putri yang baru, karena prestasinya cukup bagus. Kita ingin memberikan jam terbang kepada Nanda," katanya.
Baca juga: KONI Sumut Sosialisasikan Porprov Sumut 2026 ke Pangdam I-BB
Adapun tujuh atlet yang dipersiapkan yakni Anthon Siloam Sianturi (kelas U-63 kilogram klasifikasi K44), Muhammad Rizky (U-70 kg K44), Mila Sapriani (K44), Syah Ruddin Simamora (80 kg K44), Mian Sirait (70 kg K41), Muhammad Fajar Kurniawan (58 kg K41), serta Siti Rizqiyah Ananda (57 kg K44).
Meski persaingan diprediksi berlangsung ketat, Alan menegaskan NPC Sumut tetap membidik hasil maksimal pada kejuaraan tersebut. Ia mengakui level kompetisi kali ini berbeda dibandingkan kejuaraan sebelumnya di Jakarta. Namun, pihaknya tetap optimistis para atlet mampu menunjukkan performa terbaik.
"Target kita tentu memberikan hasil yang terbaik seperti pada event sebelumnya. Selain mengejar prestasi, kejuaraan ini juga menjadi ajang menambah pengalaman bertanding bagi atlet-atlet pemula sebagai bagian dari regenerasi," ujarnya.
Alan menambahkan, NPC Sumut tidak ingin membebani atlet dengan target yang terlalu tinggi mengingat komposisi tim dihuni atlet senior dan junior. Kendati demikian, pihaknya berharap atlet-atlet junior mampu menyumbangkan hingga lima medali emas. "Kita memang tidak muluk-muluk memberikan target karena di sini ada atlet senior dan junior. Mungkin untuk atlet junior kita berharap bisa meraih lima medali emas," ucapnya.
Menurut Alan, persaingan Para Taekwondo nasional kini semakin kompetitif. Selama ini, Jawa Tengah dan Jawa Barat menjadi dua daerah yang dinilai paling berat untuk dihadapi karena memiliki sistem pembinaan yang lebih matang.
"Progres Para Taekwondo sekarang semakin ketat. Walaupun kita beberapa kali menjadi juara umum, lawan terberat tetap Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pembinaan mereka memang lebih baik dibandingkan daerah di luar Pulau Jawa," katanya.
Meski demikian, Alan menegaskan NPC Sumut tetap optimistis mampu bersaing dan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Ia juga mengingatkan seluruh atlet agar memanfaatkan sisa waktu persiapan dengan maksimal sebelum bertolak ke Bandung. "Saya berharap semua atlet benar-benar mempersiapkan diri. Jadwal Para Taekwondo sudah teragenda dengan baik, jadi manfaatkan sisa waktu yang ada untuk berlatih maksimal agar bisa memberikan hasil terbaik," pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)