Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Sebuah catatan sejarah emas resmi ditorehkan oleh SMA Swadhipa Natar, Lampung Selatan.
Baca juga: SMAN 1 Natar Pecah Puasa 24 Tahun, Chika Azahra Lolos Paskibraka Nasional 2026
Setelah setia menanti selama 46 tahun lamanya sejak sekolah pertama kali didirikan pada 17 Maret 1980 oleh Yayasan Swadhipa, satu di antara putra terbaiknya akhirnya sukses memecahkan mitos dan menembus ketatnya seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka ) Tingkat Nasional tahun 2026.
Remaja yang berhasil mengukir tinta emas tersebut adalah Naufal Ghaly Oktora. Siswa kelas 10 ini sukses terpilih menjadi perwakilan resmi Provinsi Lampung untuk mengemban tugas negara mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang.
Kepala Sekolah SMA Swadhipa Natar, Kurniawan Bhakti Purwanto, sama sekali tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan air mata bahagianya.
Bagi Kurniawan, kabar kelolosan Naufal Ghaly yang diumumkan resmi pada 22 Juni 2026 bagaikan kejutan besar sekaligus kado pelantikan yang paling indah di awal masa jabatannya sebagai kepala sekolah.
"Kebetulan tahun ini saya memperoleh surprise yang besar. Jadi, awal menjabat sudah dapat hadiah lah dari siswa SMA Swadhipa," ungkap pria yang akrab disapa Purnawan ini dengan nada suara penuh haru, saat ditemui Rabu (24/6/2026).
Kurniawan menjelaskan, prestasi ini menjadi pencapaian yang sangat sakral dan emosional bagi seluruh keluarga besar yayasan.
Sejak puluhan tahun sekolah ini berdiri tegak di wilayah Natar, baru kali ini ada anak didik mereka yang langkah kakinya mampu melaju sejauh itu hingga ke tingkat nasional sebagai anggota Paskibraka Pusat.
Keberhasilan luar biasa ini tidak jatuh dari langit. Kurniawan membeberkan bahwa Ghaly telah memeras keringat di lapangan dengan bergabung di ekstrakurikuler (ekskul) Paskibra sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah pada Juni 2025 lalu.
Lewat proses penggemblengan yang sangat ketat, Ghaly merangkak melewati berbagai tahapan seleksi berjenjang yang melelahkan.
"Mulai dari tingkat kecamatan lolos seleksi di tingkat Kecamatan Natar. Lalu di tingkat kabupaten, menjadi perwakilan Lampung Selatan dan berhasil lolos. Di tingkat provinsi, bersaing ketat di tingkat Provinsi Lampung, hingga akhirnya dinyatakan resmi lolos ke tingkat pusat pada 22 Juni kemarin," ujarnya bangga.
Kurniawan menyebutkan, kunci sukses tersembunyi dari Ghaly terletak pada kemampuan sang siswa dalam meresapi tiga pilar nilai utama yang selalu diajarkan di lingkungan sekolah.
"Kuncinya adalah disiplin, tanggung jawab, dan ikhlas. Nilai-nilai inilah yang mampu diserap secara maksimal oleh Ghaly," tambah sang Kepala Sekolah.
Menanggapi porsi latihan fisik yang sangat padat, pihak sekolah pasang badan menjamin agar prestasi akademik Ghaly di kelas tidak keteteran.
Kurniawan menegaskan bahwa pihak guru telah menyiapkan program bimbingan belajar khusus secara privat agar Ghaly tidak tertinggal materi pelajaran dari teman-temannya.
"Terkait akademiknya, tetap kita sampaikan dengan bimbingan khusus. Pembelajaran reguler yang tidak bisa diikuti Ghaly dialihkan waktunya selepas ia mengikuti persiapan Paskibra," jelasnya.
Selain mengoptimalkan wadah internal sekolah seperti ekskul Paskibra dan ajang promosi Smandipa One on One, SMA Swadhipa juga aktif berkoordinasi secara dinamis dengan pihak luar, mulai dari jajaran TNI/Polri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga KONI.
Ke depan, Kurniawan berharap Kecamatan Natar memiliki wadah khusus yang menaungi Paskibra agar lahir "Ghaly-Ghaly baru" di masa depan yang mampu mewakili Lampung.
Pihak sekolah berharap prestasi Ghaly yang kini siap naik ke kelas 11 dapat menjadi virus positif yang menular bagi siswa lainnya.
Komitmen ini dirasa sangat sejalan dengan visi mulia pendiri Yayasan Swadhipa, H. Eddy Sutrisno, untuk mencetak Generasi Emas di wilayah Natar tanpa ada anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena kendala biaya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )