Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Lantai SMAN 1 Natar, Lampung Selatan, mendadak riuh oleh sujud syukur dan tangis haru yang pecah secara bersamaan.
Baca juga: Penantian 20 Tahun Berbuah Manis, Arif Sukses Antar 2 Remaja Natar Tembus Nasional
Satu di antara siswi terbaik mereka, Chika Azahra Salsabilla, atau yang akrab disapa Cika, resmi dinyatakan lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ( Paskibraka ) Tingkat Nasional tahun 2026.
Prestasi monumental ini sekaligus menjadi sejarah besar, karena berhasil memecahkan kutukan "puasa panjang" SMAN 1 Natar selama 24 tahun lamanya, setelah terakhir kali mengirimkan delegasi ke Istana Negara pada tahun 2002.
Rasa bangga yang membuncah tak mampu disembunyikan oleh Plt Kepala SMAN 1 Natar, Suprianto. Pria yang baru saja menjabat sebagai pimpinan di sekolah tersebut mengaku sangat merinding sekaligus tidak menyangka, kepindahannya ke sekolah ini langsung disambut oleh torehan tinta emas dari anak didiknya.
"Ya, saya merasa bangga, terharu, dan sangat bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Anak kami Siska atau yang akrab disapa Chika ini terpilih sebagai wakil dari Lampung untuk mengikuti Paskibraka di tingkat nasional tahun pelajaran 2026 ini. Apalagi saya baru pindah ke sini," tutur Suprianto dengan suara yang tercekat menahan air mata bahagia, saat diwawancarai Rabu (24/6/2026).
Bakat dan ketangguhan Chika di lapangan baris-berbaris memang sudah terlihat menonjol sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di SMAN 1 Natar pada Juli 2025.
Demi mengejar cita-cita masa kecilnya, ia langsung memantapkan diri bergabung dengan ekstrakurikuler Paskibra sebagai ujung tombak kegiatannya.
Namun, karpet merah menuju Istana Negara harus dirangkak Chika melalui proses seleksi yang sangat berdarah-darah dan berjenjang.
Hebatnya, di bawah tempaan fisik yang menguras tenaga, gadis berkulit sawo matang ini tampil bak monster di lapangan dengan menyapu bersih peringkat pertama kategori putri di setiap tahapan, mulai dari tingkat kecamatan, Kabupaten Lampung Selatan, hingga tingkat Provinsi Lampung.
Puncaknya, pada 15-19 Juni 2026, Chika bertolak ke Jakarta untuk mengikuti seleksi pamungkas di tingkat pusat. Ketegangan keluarga besar sekolah akhirnya berbuah manis saat BPIP mengumumkan hasil kelulusan pada Senin (22/6/2026), yang menyatakan nama Chika resmi terpilih sebagai sang pembawa nama baik Lampung di kancah nasional.
Suprianto menegaskan bahwa keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh warga sekolah.
Demi mendukung penuh perjuangan sang siswi, pihak sekolah pasang badan memberikan dispensasi penuh selama Chika mengikuti masa karantina di ibu kota agar fokusnya tidak terpecah.
"Kami tidak ingin Chika terbebani masalah akademis. Sekolah memberikan dispensasi penuh selama ia bertugas di tingkat nasional. Agar tidak tertinggal materi pelajaran, kami sudah menyiapkan program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tambahan khusus sekembalinya ia ke sekolah nanti," jelas Suprianto.
Formula matang di balik ketangguhan fisik Chika ternyata lahir dari kolaborasi dingin di dalam internal sekolah. Selama berbulan-bulan, SMAN 1 Natar melakukan pendampingan intensif dengan menggandeng para pelatih andal dari unsur TNI (Koramil) dan Polri.
Tak sampai di situ, para alumni Paskibra lintas angkatan juga kompak "turun gunung" ke lapangan untuk menyuntikkan motivasi dan membagi pengalaman masa lalu mereka kepada Chika.
Di akhir kalimatnya, Suprianto menyelipkan pesan menyentuh bagi Chika yang kini tengah berada di atas angin dan menjadi sorotan publik. Ia berharap prestasi ini tidak membuat Chika buta dan lupa daratan.
"Harapan kami, pengalaman berharga ini bisa membentuk karakter, kepribadian, dan menanamkan rasa nasionalisme yang kuat di dalam diri Chika. Namun yang paling penting, kami berpesan agar Chika tidak menjadi sombong. Tetaplah rendah hati dan jadilah contoh yang baik bagi lingkungan sekitar," pesannya mendalam.
Berkaca dari kesuksesan setelah menanti hampir seperempat abad ini, SMAN 1 Natar berkomitmen untuk terus merawat dan menaikkan level sistem pembinaan Paskibra mereka.
Sekolah bertekad memperkuat regenerasi atlet baris-berbaris agar ke depan, tiket emas menuju Istana Negara bisa diraih secara berkelanjutan tanpa harus menunggu puluhan tahun lagi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )