TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kecelakaan lalu lintas tunggal merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di Dusun Pekawai, Desa Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, pada Rabu 24 Juni 2026.
Korban diketahui bernama Bernadus Manseri (60) asal Dusun Cukak Hilir, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu.
Ia berprofesi sebagai petani.
Bernadus meninggal dunia setelah mengalami cedera kepala berat dalam insiden tersebut.
Plt Kasi Humas Polsek Nanga Mahap Ipda Iwan Kurniawan mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan melibatkan satu unit sepeda motor Honda Blade.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami cedera kepala berat dengan kondisi tulang tengkorak terbuka," ujar Ipda Iwan saat dikonfirmasi pada Rabu 24 Juni 2026.
• SMPN 1 Sekadau Hilir Sebut Kesadaran Orang Tua Memilih Sekolah Lain Meningkat, Kuota Belum Terpenuhi
Dari keterangan saksi bernama Apat (50), korban sebelumnya menghadiri acara adat pernikahan di Desa Landau Kumpai, Kecamatan Nanga Mahap.
Korban diketahui telah berada di lokasi kegiatan sejak Selasa 23 Juni 2026 siang.
Pada Rabu pagi sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama sejumlah rombongan berangkat pulang menggunakan sepeda motor menuju Kecamatan Sekadau Hulu.
Dalam perjalanan, korban sempat mendahului saksi dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Tidak lama berselang, saat saksi berusaha menyusul, korban ditemukan tergeletak di tepi jalan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka serius di bagian kepala.
Sementara sepeda motor yang dikendarainya ditemukan berada di bawah jembatan.
"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga menabrak beton penyangga jembatan sebelum akhirnya terjatuh," jelas Ipda Iwan.
• Tiga Motor Terjatuh di Sekadau Akibat Tumpahan Solar, Respons Cepat Damkar Cegah Korban Lain
Personel Polsek Nanga Mahap bersama petugas Puskesmas Nanga Mahap dan warga yang melintas kemudian melakukan evakuasi terhadap korban.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Nanga Mahap menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia akibat cedera kepala berat yang dialaminya.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga di Dusun Cukak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu, menggunakan ambulans Puskesmas Nanga Mahap.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta. Polisi masih melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut," pungkasnya.
Berikut data kecelakaan maut di Sekadau sepanjang 2026 berdasarkan data Satlantas Polres Sekadau:
1. Jumlah kasus: 20 insiden (Januari–Juni 2026).
2. Korban meninggal dunia: 6 orang.
3. Korban luka berat: 22 orang.
4. Korban luka ringan: 9 orang.
5. Kerugian material: Rp33,5 juta.
6. Dominasi kendaraan: Sepeda motor (28 unit), truk (8 unit), pick up (3 unit), minibus (2 unit).
(*)