Bbm Naik, Peminat Motor Listrik di Karanganyar Jateng Meroket, Warga: Hemat Gak Perlu Antre ke SPBU
Putri Asti June 25, 2026 07:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi terus merangkak naik.

Seperti diketahui, Harga Pertamax naik Rp3.950 per liter, dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. 

Sementara Pertamax Green 95 naik Rp4.100 per liter, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. 

Kenaikan ini mulai berlaku sejak 10 Juni 2026.

Hal ini membuat banyak masyarakat mulai mencari alternatif kendaraan yang lebih hemat. 

PERTALITE MAKIN SULIT - BBM Pertalite dan Solar makin sulit didapat di berbagai SPBU di Kota Solo Jawa Tengah hingga Ponorogo Jawa Timur. Ini juga dikeluhkan para driver travel di Ponorogo dan Kota Solo. Solar dan Pertalite makin sulit didapat setelah kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter. Tampak seorang driver mobil travel jurusan Ponorogo - Solo sedang mengantarkan penumpang, Senin 22 Juni 2026.
PERTALITE MAKIN SULIT - BBM Pertalite dan Solar makin sulit didapat di berbagai SPBU di Kota Solo Jawa Tengah hingga Ponorogo Jawa Timur. Ini juga dikeluhkan para driver travel di Ponorogo dan Kota Solo. Solar dan Pertalite makin sulit didapat setelah kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter. Tampak seorang driver mobil travel jurusan Ponorogo - Solo sedang mengantarkan penumpang, Senin 22 Juni 2026. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso/Agung Budi Santoso)

Salah satu pilihan yang kini semakin diminati adalah motor listrik, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas harian dengan jarak tempuh tidak terlalu jauh.

Irianto (64), warga Desa Geneng, Kelurahan Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, menjadi salah satu contoh masyarakat yang mulai beralih ke motor listrik. 

Keputusan itu diambil setelah ia merasa biaya penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin semakin membebani pengeluaran sehari-hari.

Baca juga: Perubahan Harga BBM Hari Ini Rabu 24 Juni 2026, Warga Solo Keluhkan Antrian di SPBU Masih Panjang

Setiap hari, Irianto hanya menempuh perjalanan pendek dari rumah menuju tempat kerjanya. 

Kondisi tersebut membuatnya yakin bahwa motor listrik dapat memenuhi kebutuhan transportasinya tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang besar.

“Sekarang lebih nyaman pakai motor listrik,” ungkap Irianto kepada Tribun Style Rabu (24/6/2026)

Awalnya, ia sempat mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum akhirnya menjatuhkan keputusan untuk membeli motor listrik. Setelah digunakan dalam aktivitas harian, ia mengaku tidak menyesali pilihannya tersebut.

Menurut Irianto, perbedaan pengeluaran setelah menggunakan motor listrik terasa sangat signifikan. 

Irianto (64), warga Desa Geneng, Kelurahan Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jateng, menjadi salah satu contoh masyarakat yang mulai beralih ke motor listrik. 
Irianto (64), warga Desa Geneng, Kelurahan Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jateng, menjadi salah satu contoh masyarakat yang mulai beralih ke motor listrik.  (TribunStyle/Putri Asti)

Uang yang sebelumnya rutin dialokasikan untuk membeli bensin kini dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Bagi Irianto, salah satu keuntungan terbesar dari motor listrik adalah minimnya kebutuhan perawatan berkala. 

Ia tidak lagi direpotkan dengan urusan mengganti oli atau melakukan servis mesin seperti pada motor konvensional.

“Selain itu juga perawatannya tidak terlalu ribet, seperti tak perlu ganti oli berkala, pakai motor listrik juga tak perlu beli bensin dan antre di SPBU,” ujarnya.

Pengalaman menggunakan motor listrik membuat aktivitas sehari-harinya terasa lebih praktis. Ia cukup memastikan baterai terisi penuh sebelum digunakan untuk bekerja maupun keperluan lainnya.

Kebiasaan mengantre di SPBU yang dulu sering dilakukan kini hampir tidak pernah lagi ia rasakan. 

Menurut pengakuannya, proses pengisian daya baterai tidak menyulitkan. Ia hanya perlu melakukan pengisian sekitar dua hari sekali sebelum kembali menggunakan motornya untuk beraktivitas.

Biaya listrik yang dikeluarkan pun relatif kecil. 

Dalam sekali pengisian, tambahan biaya yang muncul dinilai jauh lebih ringan dibandingkan pengeluaran untuk membeli bahan bakar.

“Tinggal ngecharge 2 hari sekali, beres tinggal pakai aja. Listrik paling cuma nambah berapa ribu,” imbuh Irianto.

Fenomena meningkatnya minat terhadap motor listrik tidak hanya terjadi pada Irianto. 

Semakin banyak masyarakat yang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai solusi transportasi yang lebih ekonomis.

(TribunStyle.com/Putri Asti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.