Kenaikan pesat Wrexham dalam piramida sepak bola Inggris telah memikat perhatian dunia, namun masih ada pertanyaan tentang seberapa lama kilau Hollywood akan bertahan di Stadion Racecourse Ground. Setelah musim yang membuat klub nyaris lolos ke babak play-off Championship, CEO Michael Williamson memberikan penjelasan terkait komitmen jangka panjang dari pemilik bersama Ryan Reynolds dan Rob Mac.
Liga Premier tetap menjadi target utama
Sejak Reynolds dan Mac mengambil alih kendali pada tahun 2021, tujuan utama yang mereka nyatakan adalah membawa klub asal Wales Utara itu hingga ke kasta tertinggi. Setelah berhasil meraih tiga promosi beruntun hingga mencapai Championship, Red Dragons menutup musim lalu di posisi ketujuh yang sangat terhormat, hanya terpaut dua poin dari zona play-off yang bisa membuka jalan menuju Liga Premier.
Meskipun kecewa karena gagal masuk enam besar, Williamson menegaskan bahwa para pemilik tidak kehilangan semangat mereka. Ia memastikan bahwa keduanya tetap "benar-benar fokus" pada ambisi mereka untuk mencapai Liga Premier. Peta jalan yang mereka susun tidak hanya berfokus pada hasil di lapangan, tetapi juga mencakup perluasan serta peningkatan fasilitas stadion agar infrastruktur klub mampu menopang aspirasi mereka menuju kasta tertinggi.
Menjaga ikatan emosional dengan Racecourse
Sementara para pemilik asal Hollywood itu terus mengikuti setiap naik-turunnya emosi di kompetisi Championship, manajer Phil Parkinson kini fokus pada perekrutan pemain baru. Setelah musim lalu gagal lolos ke play-off hanya karena selisih dua poin, klub berencana mendatangkan seorang penjaga gawang, gelandang, dan penyerang untuk dapat bersaing dengan kekuatan finansial tim-tim yang baru terdegradasi dari Liga Premier.
Visi yang melampaui lapangan
Walau hasil tim utama menjadi sorotan dan mendorong popularitas serial dokumenter mereka di Disney+, jajaran manajemen Wrexham menekankan bahwa dampak mereka harus terasa di seluruh kota. "Tema dan prinsip dasar" yang ditetapkan saat pengambilalihan klub tetap menjadi panduan dalam setiap pengambilan keputusan ketika klub memasuki fase pengembangan berikutnya. Selain itu, dengan kesuksesan global dari serial dokumenter tersebut yang membuat para pemain lokal mendadak terkenal, Reynolds dan Mac memanfaatkan latar belakang mereka di dunia hiburan untuk memberikan bimbingan langsung kepada para pemain dalam menghadapi tantangan popularitas yang tiba-tiba.
Williamson menekankan bahwa fokus para pemilik terbagi dua, yaitu pada kesuksesan olahraga dan juga warisan budaya daerah tersebut. Ia mengatakan: "Mereka benar-benar fokus terhadap ambisi mereka untuk mencapai Liga Premier, memperbaiki stadion, berinvestasi dalam kesuksesan jangka panjang klub, sekaligus berusaha memberikan dampak positif bagi komunitas Wrexham secara luas. Ada janji mendasar untuk melindungi warisan, memperkuat nilai-nilai komunitas, dan meningkatkan eksposur global klub, sambil menciptakan budaya kemenangan yang sejalan dengan tema dan prinsip awal yang tidak pernah bergeser."
Kesuksesan harus memberi manfaat bagi pendukung dan kota
Popularitas global yang dibawa oleh Reynolds dan Mac telah menjadikan Wrexham sebagai nama yang dikenal di seluruh dunia, namun CEO menilai bahwa para pemilik mengukur keberhasilan mereka bukan hanya dari penjualan seragam internasional. Prioritas utama mereka tetap memastikan bahwa komunitas lokal tidak tertinggal seiring dengan kemajuan klub di level profesional.
Membahas dampak lebih luas dari kepemilikan Hollywood ini, Williamson menutup dengan mengatakan: "Antusiasme dan ikatan emosional mereka terhadap klub tidak pernah pudar, tetapi yang paling penting bagi mereka bukan hanya kesuksesan klub sepak bola itu sendiri, melainkan bagaimana kesuksesan tersebut juga membawa manfaat bagi para pendukung, kota, dan komunitas. Itulah inti dari nilai-nilai mereka dalam semua ini, dan mereka menyadari bahwa meskipun euforia kemenangan di lapangan membuat mereka bersemangat dan bisa membawa kesuksesan untuk klub, mereka adalah orang pertama yang mengakui bahwa kesuksesan itu tidak berarti jika segala sesuatu di luar lapangan tidak ikut berkembang bersama klub."