TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono tengah menjadi perhatian publik setelah videonya saat mengikuti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 viral di media sosial.
Perwira tinggi TNI AD yang kini menjabat sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas itu menjadi sorotan usai terjadi insiden yang melibatkan ajudannya dengan seorang marshal di area lomba.
Dalam video yang beredar, ajudan Brigjen Yuniar terlihat dihentikan petugas karena tidak mengenakan BIB atau nomor peserta.
Namun, Brigjen Yuniar lantas memaksa ajudannya tersebut untuk tetap ikut berlari bersamanya.
"Ini pengawal saya, ini pengawal saya," ujar Brigjen Yuniar kepada orang yang diduga petugas tersebut seperti dikutip Tribunnews.com di Kantor Tribunnews Solo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026).
Kendati demikian, orang yang diduga petugas tersebut tetap melarangnya.
"Tidak bisa Pak," kata petugas tersebut sembari menggiring ajudan Brigjen TNI Yuniar untuk menepi.
Di sisi lain, Brigjen Yuniar tetap berlari menuju garis finish.
Peristiwa tersebut memicu perdebatan singkat di lintasan lomba sebelum akhirnya menjadi perbincangan luas di media sosial.
Di balik viralnya insiden tersebut, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono diketahui memiliki rekam jejak pendidikan dan karier yang cukup panjang di lingkungan TNI AD.
Berdasarkan informasi dari Korem 072/Pamungkas, Yuniar merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 dari kecabangan Artileri Medan.
Selain menempuh pendidikan militer, ia juga melanjutkan pendidikan akademik di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Brigjen Yuniar tercatat menyelesaikan pendidikan magister bidang Ketahanan Nasional di UGM dan meraih predikat cumlaude.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kariernya sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis di TNI AD.
Dalam karier militernya, Yuniar pernah menjabat sebagai Dandim 1304/Gorontalo pada 2016.
Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Komandan Resimen Armed 2/Sthira Yudha.
Kariernya terus berkembang dengan mengemban berbagai posisi penting, di antaranya Kasubditbinmantrolik Sdirbinum Pussenarmed, Aspers Kasdam XV/Pattimura pada 2022, hingga Kepala Staf Korem (Kasrem) 152/Baabullah pada 2024.
Sebelum dipercaya menjadi Danrem 072/Pamungkas, Yuniar menjabat sebagai Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad dengan pangkat Kolonel.
Ia kemudian mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal dan resmi dilantik sebagai Danrem 072/Pamungkas pada 3 April 2026.
Netizen berbondong-bondong memberikan rating bintang satu dan ulasan dengan nada menghujat serta menyindir terhadap Komando Resor Militer 072 Pamungkas di Yogyakarta.
Bahkan semenjak viral, rating markas tersebut berubah menjadi bintang satu.
"Pelari BIB orang? Arrogant lagi gak taat aturan wkwk," tulis Ilham Arfian.
"Lari doang bawa pengawal ilegal buat apa? Anda byeon woo seok? Atau lee min ho?" tulis raysa acyrra Rima.
"Bintang 1 kok arogan," tulis @Shandi Ardinata Primadi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan secara rinci kronologi maupun klarifikasi terkait identitas pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Pihak penyelenggara Jogja Marathon juga belum mengeluarkan keterangan lanjutan mengenai tindakan terhadap pelanggaran aturan di lintasan lomba.
Peristiwa ini masih menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sementara itu, terkait insiden yang viral dalam Jogja Marathon 2026, TNI AD melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyebut kejadian tersebut terjadi akibat kesalahpahaman di lapangan.
Menurut Donny, Brigjen Yuniar beserta keluarga dan ajudannya telah terdaftar secara resmi sebagai peserta lomba.
Namun, nomor peserta milik ajudan diduga terlepas saat berada di lintasan yang padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ungkap Donny dalam keterangan tertulis, Senin.
Ia menambahkan, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi.
Menurutnya, seluruh pihak sepakat bahwa insiden tersebut merupakan persoalan teknis yang telah diselesaikan secara baik.
TNI AD juga mengapresiasi profesionalisme panitia dalam menjaga ketertiban dan menerapkan aturan selama perlombaan berlangsung.
Dengan demikian, peristiwa yang sempat viral tersebut dinyatakan telah selesai dan tidak berlanjut ke persoalan lain.
"Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," pungkasnya.