Cafe Jadi Ruang Pengenalan Budaya Indonesia di Kota Kasukabe Jepang
Eko Sutriyanto June 25, 2026 08:32 AM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Seorang perempuan Indonesia asal Cirebon, Jawa Barat, Siulie Suga (58), membuktikan bahwa kuliner dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarbangsa.

Pada 11 Juni 2026, ia resmi membuka Cafe Olive di Kota Kasukabe, Prefektur Saitama, Jepang, dengan misi yang lebih besar daripada sekadar menjalankan usaha makanan dan minuman.

Melalui Cafe Olive, Siulie ingin memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Beragam hidangan khas Nusantara hingga kue tradisional disajikan sebagai media untuk mengenalkan cita rasa, tradisi, dan nilai-nilai budaya Indonesia kepada para pengunjung.

Perjalanan Siulie di Jepang sendiri telah berlangsung cukup panjang. Ia pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Sakura pada periode 1987 hingga 1992 untuk menempuh pendidikan.

Pada 1991, ia menyelesaikan studi di bidang Computer Graphic di Osaka.

Baca juga: Gempa M 5,5 Guncang Jepang Timur Dekat Tokyo, Layanan Shinkansen Sempat Terganggu

Kemampuannya berbahasa Jepang pun terbilang mumpuni dengan sertifikasi setara Japanese Language Proficiency Test (JLPT) N1, tingkat tertinggi dalam standar kemampuan bahasa Jepang.

Kehidupan Siulie semakin lekat dengan Jepang setelah menikah dengan warga Omiya pada 1998.

Sejak saat itu, ia menetap di Jepang, membangun keluarga, sekaligus tetap menjaga identitas dan kedekatannya dengan budaya Indonesia.

Semangat tersebut kini diwujudkan melalui Cafe Olive. Berbagai menu yang ditawarkan memadukan cita rasa Indonesia dengan hidangan yang akrab di lidah masyarakat Jepang.

Pengunjung dapat menikmati nasi goreng, mi goreng, cheese cake, mango pudding (mango purin), chiffon cake, hingga aneka makanan dan minuman lainnya.

Namun bagi Siulie, Cafe Olive bukan hanya tempat menikmati makanan. Ia ingin kafenya menjadi ruang pertemuan budaya yang menghadirkan pengalaman mengenal Indonesia secara lebih dekat.

"Saya ingin masyarakat Jepang dapat mengenal lebih dekat aneka kue Indonesia serta kekayaan budaya Indonesia melalui makanan yang kami sajikan," ujar Siulie kepada Tribunnews.com, Rabu (24/6/2026).

Ke depan, Cafe Olive diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul bagi diaspora Indonesia di Jepang sekaligus ruang interaksi bagi warga Jepang yang tertarik mempelajari budaya Indonesia melalui kuliner, tradisi, maupun berbagai kegiatan budaya lainnya.

Dengan kehadiran Cafe Olive di Kasukabe, Siulie berharap dapat berkontribusi memperkuat hubungan persahabatan Indonesia-Jepang sekaligus memperluas pengenalan kuliner Nusantara di tengah masyarakat Jepang.

Cafe Olive buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat dan tutup pada hari Rabu serta Kamis.

Diskusi  beasiswa dan loker  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.