Beda dari Daerah Lain, Tak Ada SPPG di Kabupaten Tegal yang Protes MBG Berhenti selama Libur Sekolah
rika irawati June 25, 2026 10:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Berbeda dengan daerah lain, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tegal pasrah harus libur beroperasi selama libur sekolah.

Tak ada yang menyampaikan secara resmi keinginan tetap beroperasi melayani makan bergizi gratis (MBG) selama libur sekolah.

Hal ini diungkapkan Ketua Satgas MBG Kabupaten Tegal yang juga Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud usai rapat antar Satgas di tingkat koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tegal dan koordinator kecamatan di Ruang Rapat Sekda, Rabu (24/6/2026). 

Amir mengatakan, selama libur sekolah, Program MBG libur hingga 12 Juli mendatang.

"Sejauh ini, tidak ada SPPG yang menyampaikan ke kami keinginan agar tetap beroperasi selama libur sekolah."

"Ya, semua mengikuti (aturan) karena sudah kebijakan pusat," kata Amir. 

Baca juga: Pemilik dan Pegawai SPPG Ngadu ke DPRD Banyumas, MBG Libur Membuat Mereka Tak Punya Penghasilan

Momentum libur sekolah dan berhentinya operasional SPPG ini, kata Amir, dimanfaatkan BGN pusat melakukan audit.

Hasil audit ini akan menjadi acuan kebijakan baru BGN pusat dalam melaksanakan MBG. 

Suspen 16 SPPG

Sementara itu, BGN melakukan suspend atau penangguhan sementara operasional 16 SPPG dari total 166 SPPG di Kabupaten Tegal.

"Sesuai data terakhir yang tercatat, ada 166 SPPG yang sudah beroperasi."

"Kemudian, dari jumlah tersebut, ada 16 SPPG yang terkena suspend."

"Selain itu, ada 114 SPPG dalam proses persiapan memperoleh izin operasional."

"Ada juga tambahan 24 SPPG yang persiapan operasional."

"Ya, total ada 304 SPPG di Kabupaten Tegal," jelas Amir. 

Menurut Amir, 16 SPPG terkena suspend karena beberapa alasan. 

Di antaranya, 15 SPPG kena suspend karena Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL yang dimiliki tidak sesuai ketentuan. 

Baca juga: Remaja Ditemukan Tewas Dekat Lapangan Lebakgowah Tegal, Kalah Duel Gara-gara Masalah Pacar

Kemudian, 1 SPPG kena suspend karena Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat keracunan massal pada Program MBG. 

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tegal Ismatul Khasanah menjelaskan, ada sekitar 420 ribu sasaran program MBG di Kabupaten Tegal.

Dari jumlah tersebut, 372 ribu sudah terlayani atau mencapai 82 persen penerima manfaat MBG. 

"Jumlah tersebut berasal dari 166 SPPG di Kabupaten Tegal yang sudah aktif beroperasi," jelas Isma. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.