Siapa Dadang? Mantan Bos yang Berperan dalam Penangkapan Taufik Hidayat, Ikhlas Lepas Rp250 Juta
Heriani AM June 25, 2026 10:09 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus kekerasan terhadap perempuan yang menimpa YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik.

Perempuan tersebut diduga menjadi korban penyiksaan dan penyekapan oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30), dalam rentang waktu yang cukup panjang.

Setelah sempat menjadi buronan, Taufik Hidayat akhirnya ditangkap jajaran Polda Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026).

Penangkapan pelaku turut menyeret perhatian pada sosok Dadang atau Ahyar Ismail, pria yang disebut memiliki peran penting dalam proses penemuan keberadaan tersangka.

Baca juga: Terlibat Penangkapan Taufik Hidayat, Dadang Minta Uang Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi untuk YTR

Nama Dadang mencuat setelah mengaku sempat berkomunikasi dengan Taufik Hidayat sebelum penangkapan dilakukan.

Mantan atasan pelaku itu mengungkap bahwa dirinya berulang kali membujuk Taufik agar menghentikan pelarian dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kasus yang menyedot perhatian publik seorang perempuan berinisial YTR (29), sedangkan pelakunya merupakan kekasih korban sendiri bernama Taufik Hidayat (30).

Pelaku diduga kuat telah melakukan penyiksaan dan penyekapan terhadap korban selama 3 tahun terakhir.

Usai beberapa hari buran, jajaran Polda Jawa Barat akhirnya berhasil menangkap Taufik Hidayat pada Selasa (23/6/2026) malam.

Dibekuknya pelaku tidak lepas dari peran penting pria bernama Dadang.

Baca juga: Geram! DPR Desak Taufik Hidayat Dihukum Maksimal dan Usut Keterlibatan Pihak Lain

Siapa Dia?

Dirangkum dari TribunJabar.id, dia bernama lengkap Ahyar Ismail.

Pria kelahiran 1973 atau kini berumur 53 tahun itu, tinggal di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Lantas apa hubungan Dadang dengan Taufik Hidayat?

Belakangan terungkap, Dadang adalah mantan bos dari pelaku.

"Dia memang kerja bareng saya itu 2023 sampai 2024. Pertama 2023 di Baleendah, lalu pindah 2024 di Pacet. Tapi 2025, dia kerja di tempat lain. Saya tidak tahu," kata Dadang, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (25/6/2026).

Selama jadi anak buahnya, lanjut Dadang, Taufik Hidayat tidak bersikap aneh.

Pelaku karakternya sama dengan pekerja lainnya dan tidak terlihat mencolok.

"Saat kerja dengan saya, sama saja dengan pegawai yang lain. Biasa saja tidak ada hal yang janggal."

"Dia bekerja dengan tugasnya masing-masing sesuai tugas yang diberikan. Lalu karakter sehari-harinya juga biasa saja, normal," urai Dadang.

Dadang dalam kesempatannya, juga mengungkap hubungan Taufik Hidayat dengan YTR.

Ia membenarkan keduanya merupakan pasangan kekasih.

Bahkan, korban diketahui jatuh cinta kepada pelaku sehingga ingin selalu bersama.

"Bahkan saking ingin bersama dengan Taufik Hidayat, perempuan itu sampai pasang tato. Katanya di tangan dan bahkan di dada," ungkap Dadang.

Baca juga: Dinilai Terlalu Sadis Aniaya YTR, Taufik Hidayat Dijebloskan ke Sel Khusus, Ini Pengakuan Pelaku

Bujuk Agar Mau Menyerah

Dadang turut membeberkan kronologi detik-detik penangkapan pelaku.

Semua bermula saat pelaku tiba-tiba mengubungi mantan bosnya lewat ponsel.

Kala itu, Taufik Hidayat memohon minta perlindungan supaya tidak ditangkap oleh polisi.

Dadang kemudian memberikan nasehat agar Taufik Hidayat rela menyerahkan diri ke polisi.

Tidak ada gunanya terus kabur karena identitasnya sudah viral dan diketahui banyak orang.

"Di situ saya bilang kamu milih yang mana. Lebih baik menyerahkan diri," ucapnya.

Singkat cerita, pelaku mendatangi rumah Dadang pada Selasa (23/6/2026) pagi.

Dalam pertemuan itu, lagi-lagi Dadang membujuk dan terus menyakinkan agar Taufik Hidayat menyerahkan diri.

"Akhirnya saya bilang ke TH, 'kamu terserah mau kemana. Tapi yang jelas hari ini kamu harus nyerahin diri'," tegas Dadang.

Singkat cerita, pada sore harinya, barulah polisi datang ke rumah Dadang untuk menjemput pelaku.

Baca juga: Dinilai Terlalu Sadis Aniaya YTR, Taufik Hidayat Dijebloskan ke Sel Khusus, Ini Pengakuan Pelaku

Siap Ikhlas Jika Beri Uang Rp250 Juta ke Korban

Sebelum pelaku ditangkap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka sayembara siap memberikan uang Rp250 juta kepada warga yang bisa memberikan informasi soal keberadaan Taufik Hidayat.

Pengumuman sayembara ini disampaikan lewat media sosial Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

Dadang juga telah mengetahui soal sayembara tersebut.

Ia dalam wawancaranya dengan TribunJabar.co, mengaku ikhlas merelakan uang Rp250 juta untuk diberikan kepada korban.

"Jika diberikan (uang sayembara) nanti akan saya terima dan saya kasihkan ke korban. Atau dari Pak KDM yang langsung aja ke korban."

"Soalnya korban lebih membutuhkan, kasihan sekali (dia). Duh saya sampai juga ngeri ngelihatnya. Dan semoga korban cepat sembuh," tegas Dadang.

Sementara itu, pihak Dedi Mulyadi akan membicarakan lebih lanjut terkait uang sayembara ini.

Namun, terdapat perbedaan kronologi versi Dadang dengan kepolisian.

Polda Jabar menyebut Dadang ditangkap petugas, bukan menyerahkan diri setelah dibujuk mantan bosnya.

"Ya sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. Sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan," ujar.

Di wawancara di tempat lain, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan memastikan Taufik Hidayat tidak menyerahkan diri.

Sedangkan terkait pernyataan Dadang, polisi telah menjadikannya sebagai saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya (Ciparay)," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Baca juga: Taufik Hidayat Minta Maaf Usai Indonesia Gagal di Thomas Cup 2026, Serukan Evaluasi Menyeluruh

Kombes Hendra menambahkan, untuk motif sementara pelaku melakukan penganiayaan karena dibawah pengaruh alkohol.

Taufik Hidayat juga mengaku menyesal sudah menyiksa dan menganiaya YTR.

"Setiap hari dia minum miras dan selalu berdebat dengan kekasihnya dan terjadi penganiayaan," tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.