Thomas Tuchel Buka Suara soal Harry Kane setelah Kapten Inggris Catat Rekor Buruk di Turnamen Besar Usai Imbang dengan Ghana
Rina Kusumawati June 25, 2026 10:35 AM

JANGAN LEWATKAN MOMEN PIALA DUNIA


Thomas Tuchel membela Harry Kane setelah kapten Inggris mengalami malam yang sulit di laga tanpa gol melawan Ghana pada ajang Piala Dunia. Meski mendominasi penguasaan bola, The Three Lions dibuat frustrasi oleh pertahanan disiplin milik Black Stars di Foxborough.


Tuchel tetap mendukung kaptennya


Meski Inggris menguasai hampir 80 persen bola, mereka gagal mencetak gol dan Kane nyaris tidak terlihat sepanjang pertandingan. Ketika ditanya mengenai ketergantungannya pada penyerang Bayern Munchen itu, Tuchel tetap tegas dalam membela pentingnya peran sang bintang bagi tim.


“Apakah Argentina terlalu bergantung pada [Lionel] Messi dan Prancis terlalu bergantung pada [Kylian] Mbappe? Memang begitu adanya,” ujar Tuchel kepada wartawan setelah laga. “Mereka adalah pemain kelas dunia dan biasanya mereka melakukan apa yang menjadi keahlian mereka. Semua pemain berusaha dan kami memiliki tiga pencetak gol berbeda di pertandingan pertama. Mengandalkan Harry adalah hal yang alami karena dia menyukai tanggung jawab itu dan dia mengambilnya... Kami mengandalkan Harry karena kami bisa, karena dia adalah penyerang kami, tapi kami tidak terlalu bergantung padanya.”


Rekor terburuk bagi Kane di turnamen besar


Statistik dari pertandingan hari Selasa menunjukkan performa mengecewakan bagi sang kapten Inggris. Dihadang oleh blok pertahanan rapat yang diatur Carlos Queiroz, Kane kesulitan memberi pengaruh berarti melawan Ghana. Menurut data Opta, ia hanya mencatat 19 sentuhan bola – jumlah terendahnya sepanjang karier di turnamen besar bersama Inggris ketika bermain penuh selama 90 menit. Minimnya suplai bola terlihat jelas ketika para pemain kreatif Inggris terus menemui jalan buntu. Kane sempat mendapatkan satu peluang emas di menit akhir, namun sepakannya melambung di atas mistar.


Menanggapi dominasi taktik lawan dan peluang yang terbuang itu, pelatih asal Jerman tersebut berkata: “Ia tidak banyak terlibat seperti yang kami harapkan, tapi permainannya memang sangat sempit. Dua bek tengah kami bertanggung jawab atas pembangunan serangan dan pada akhirnya menjadi delapan lawan sepuluh. Sulit menemukan ruang. Momen kecil yang ia dapatkan hanya kurang beruntung. Peluang terakhir itu biasanya menjadi gol yang jelas dan bisa memberi kami kemenangan yang pantas.”


Dengan penyerang andalan kekurangan suplai bola dan gagal memanfaatkan satu-satunya peluang bersihnya, minimnya keterlibatan sang kapten menimbulkan pertanyaan apakah ia seharusnya digantikan dengan tenaga segar di akhir laga.


Tidak ada tempat untuk Toney atau Watkins


Meski timnya gagal mencetak gol, Tuchel memilih untuk tidak menggunakan opsi penyerang lain, meninggalkan Ivan Toney dan Ollie Watkins di bangku cadangan untuk pertandingan kedua berturut-turut. Keputusan mempertahankan Kane di lapangan hingga peluit akhir merupakan pilihan yang disengaja oleh sang pelatih, yang menolak gagasan mengganti penyerang nomor sembilannya meskipun pertandingan terasa membutuhkan sosok dengan karakteristik berbeda.


Saat ditanya mengapa ia tidak menggunakan penyerang lainnya, Tuchel menjawab tegas: “Mengganti Harry Kane di laga yang mandek dan masih 0-0?! Mengeluarkan Harry, tidak?” Sementara Bukayo Saka dan Marcus Rashford dimasukkan, dua penyerang murni cadangan tetap tidak dimainkan. Tuchel kemudian mengakui bahwa ia “tidak tahu” apakah pertandingan berikutnya melawan Panama akan menjadi kesempatan untuk melakukan rotasi di lini depan.


Seruan agar fans tetap sabar


Dengan Inggris masih berada di puncak Grup L setelah kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga pembuka, Tuchel meminta para pendukung untuk tidak panik. Suasana di Stadion Gillette mulai memanas seiring berjalannya waktu tanpa gol, namun pelatih itu menegaskan bahwa tingkat kesulitan grup ini harus dipahami.


“Ini adalah turnamen yang panjang,” tambah Tuchel. “Para pemain sudah berusaha maksimal dan sekali lagi mereka bermain dengan energi yang tepat. Saya tahu ini pertandingan yang sangat sulit, dan dalam situasi seperti ini, ketika satu tim mencoba bermain dan berlari menghadapi blok pertahanan dalam, sulit untuk menemukan ruang dan menciptakan peluang. Itu bisa sulit ditonton dan tidak semenarik ketika dua tim bermain terbuka untuk menang. Kami tahu itu. Kami selalu berusaha menghibur para penggemar kami. Hari ini sulit, tapi saya berharap mereka tidak kehilangan keyakinan.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.